NUNUKAN - Aksi penganiayaan terhadap anak dibawah umur berinisial MP (15) terjadi pada Jumat, (11/4) dini hari. Pelaku yang melakukan penganiayaan diduga sebanyak lima orang membuat korban mengalami sejumlah luka di wajah dan tubuhnya.
Pasca kejadian tersebut, Albar (29) yang merupakan paman dari korban MP memilih melaporkan pelaku ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan.
Ia menceritakan, sebelum kejadian korban meminta izin ke orang tuanya untuk membeli makanan. Usai memesan makanan di warung yang berada pinggir Jalan TVRI, Nunukan Timur, ia kemudian menunggu rekannya untuk menjemput.
Saat rekannya melintas korban kemudian memanggilnya rekannya. Naasnya, panggil itu membuat pelaku penganiayaan menghujani korban dengan pukulan. "Ponakan saya ini berteriak panggil temannya karena kelewatan. Setelah itu, pelaku sebanyak lima orang melakukan pemukul. Korban sempat minta ampun, dan sampaikan saya ini anak-anak tetapi tetap juga di pukul," ungkap Albar, Sabtu (11/4).
Mengetahui, korban telah dianiaya, pihaknya memilih untuk melaporkan para pelaku ke KSKP Nunukan. Dan berdasarkan keterangan korban, ia mengenal satu dari lima orang yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya.
"Ada yang dikenali satu orang. Ponakan saya mengetahui wajah pelaku. Itu juga sudah disampaikan penyidik untuk ditindaklanjuti. Ponakan saya, ini luka diwajahnya, gigi goyang, memar di badan. Itu juga telah divisum," kisahnya.
Atas respons pihak kepolisian, ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Jatanras Satreskrim Polres Nunukan dan Unit Reskrim KSKP Nunukan yang sudah bekerja keras hingga hari ini dalam mengungkap perkara yang di alami MP.
"Orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya bersimbah darah dan wajahnya hancur akibat di pukuli orang dewasa. Sementara terduga pelakunya tidak mendapatkan sangksi semestinya. Oleh karena itu harapan saya perkara ini segera diselesaikan karena jika berlarut-larut akan berpontensi menimbulkan masalah baru," harapnya.
Terkait hal itu, Waka Polsek KSKP Nunukan, Iptu Nanang menegaskan, pihaknya telah menindak lanjuti laporan tersebut. Usai menerima laporan personel KSKP Nunukan melakukan pencarian.
"Personel langsung melakukan pencarian di Jalan Lumba-lumba, namun belum ditemukan. Terduga pelaku satu orang identitasnya diketahui," bebernya.
Kemudian, saat ini penelusuran para terduga pelaku terus dilakukan. CCTV disekitar lokasi kejadian telah ditelusuri untuk mengungkap para pelaku lainnya. "Yang diketahui saat ini AS merupakan residivis," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT