NUNUKAN - Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) tahun ini dilaksanakan dengan cara berbeda. Melalui Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara bekerjasama dengan Polres Nunukan menggelar kegiatan Jalan Santai dan Kampanye Kepedulian Autisme pada Minggu (5/4).
Kegiatan yang berpusat di Tugu Dwikora dan Alun-Alun Kota Nunukan, diikuti penyandang disabilitas, keluarga, pendamping, komunitas serta masyarakat umum. Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara sebagai penyelenggara merupakan organisasi pendamping, penggiat, dan pemerhati penyandang disabilitas yang telah ditunjuk oleh Gubernur Kalimantan Utara.
Pj. Sekretaris Daerah kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan mengatakan, peringatan World Autism Awareness Day ini bukan sekadar kegiatan. Hal ini merupakan pesan bahwa setiap anak, individu, berhak diterima, didukung dan diberi kesempatan yang sama.
Menurutnya, selain sebagai bentuk kampanye kepedulian terhadap autisme, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan launching Kartu Penyandang Disabilitas Kabupaten Nunukan. Ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas di daerah.
"Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Polres Nunukan, Dinas terkait, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), serta elemen masyarakat di Kabupaten Nunukan," ucap Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan.
Ia menegaskan, peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dan hak-hak penyandang autisme.
“Penyandang autisme memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan kesempatan yang setara. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bersama agar masyarakat semakin peduli dan inklusif,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Faqih Hasan Centre Kalimantan Utara, Hasanudin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat serta menghapus stigma terhadap penyandang autisme.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa anak-anak dengan autisme memiliki potensi yang besar. Yang mereka butuhkan adalah dukungan, penerimaan, dan kesempatan untuk berkembang,” harapnya.
Ditempat yang sama, Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas mengungkapkan dukungan penuh sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah Masyarakat.
“Melalui momentum ini, mari kita perkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan sebagai daerah yang inklusif, ramah disabilitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan,” bebernya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi ladang pengabdian bagi kita semua,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT