Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Stok Masyarakat Mulai Menipis, Camat : Bergantung dengan Mobil yang Masuk ke Krayan

Asrullah RT • Selasa, 24 Maret 2026 | 16:47 WIB

BERJUANG: Para sopir yang mengangkut kebutuhan masyarakat berjibaku melalui jalan rusak untuk sampai di Kecamatan Krayan Selatan.
BERJUANG: Para sopir yang mengangkut kebutuhan masyarakat berjibaku melalui jalan rusak untuk sampai di Kecamatan Krayan Selatan.

NUNUKAN - Sulitnya akses menuju Kecamatan Krayan Selatan dan Krayan Tengah membuat stok kebutuhan masyarakat menipis. Bahkan, diperkirakan stok sembilan bahan pokok (Sembako) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya cukup untuk beberapa hari kedepan.

Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli mengatakan, usai para sopir yang mengangkut kebutuhan masyarakat berjuang akhir sampai ke Krayan Selatan. Dan stok sembako yang ada diperkirakan cukup hingga sepekan mendatang.

"Untuk sembako 1 Minggu masih aman. Setelah itu apakah mobil bisa masuk ke Krayan Selatan dan Krayan Tengah? ini tergantung ada mobil bisa masuk," ucap Oktavianus Ramli, Selasa (24/3).

Dijelaskan, untuk kebutuhan BBM masyarakat kondisinya tak jauh dengan stok sembako yang ada. Sementara, kebutuhan masyarakat untuk sembako dan BBM masih bergantung dengan kendaraan yang mengangkut kebutuhan masyarakat dari Kecamatan Krayan.

"Sementara ini BBM untuk masyarakat juga sedang menipis. Semua barang kebutuhan masyarakat berharap ada mobil masuk. Kondisi sekarang ini sudah jarang mobil mau masuk, karena kondisi jalan rusak parah," ungkapnya.

Dengan kondisi jalan saat ini tak hanya berimbas stok saja. Tetapi harga juga ikut naik dikarenakan biaya yang dikeluarkan para sopir untuk membawa kebutuhan masyarakat sampai ke Krayan Selatan naik drastis dari biasanya.

"Harga barang kian naik karena biaya angkut yang semula Rp 2.500 dan sekarang 4.000 hingga 5.000 perkilogram. Seperti minyak makan dan gula pasir saat ini Rp 30 hingga 40 ribu rupiah," sebutnya.

Kemudian, stok BBM keperluan operasional PLN saat ini hanya cukup untuk 5 hingga 6 hari ke depan. Sementara, ketersediaan untuk kebutuhan selanjutnya belum dapat dipastikan ada.

"Untuk pesokan selanjutnya tidak ada. Karena satu-satunya akses jalan untuk pasokan BBM adalah melalui jalan ini," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #krayan #sembako #jalan rusak