NUNUKAN - Jalan penghubung antar kecamatan di daratan Tinggi Krayan belakangan ini dalam kondisi memprihatinkan. Seperti ruas jalan antar kecamatan dari Kecamatan Krayan menuju Krayan Selatan yang harus ditempuh berhari-hari. Padahal, jika jalan kondisi baik jarak tempuh dari Krayan ke Krayan Selatan hanya menghabiskan waktu 1 hingga 2 jam lamanya.
Kondisi ini disampaikan Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan, Selasa (24/3). "Perjalanan normal 1 hingga 2 jam dari Krayan ke Krayan Selatan. Dengan kondisi sekarang jalan rusak, paling cepat 1 hingga 2 hari," ucap Oktavianus Ramli.
Dijelaskan, untuk kendaraan yang biasanya mengangkut orang dan barang dari Krayan menuju Krayan Selatan dibuat was-was jika jalan hanya satu kendaraan. Sebab, kondisi jalan sangat menyulitkan sopir dan dibutuhkan kendaraan lainnya untuk membantu jika ada kendaraan yang tertanam di jalan.
"Apalagi mengalami kerusakan, untuk ke Krayan Selatan harus berombongan 3 sampai 4 mobil. Karena, jika amblas harus di bantu mobil lain untuk menarik. Kalau terjadi kerusakan pada mobil bisa sampai 2 hingga 4 hari menunggu sparpart dan perbaikan," kisahnya.
Tak hanya itu, terkadang sang sopir harus bermalam di jalan jika kendaraan tertanam lumpur. Kemudian, jika tak bisa ditangani, untuk mendapatkan bantuan sopir harus menempuh perjalanan 5 hingga 25 kilometer mendapatkan bantuan warga.
"Bagi sopir tidak ada untung diperoleh kalau mobil bermasalah di jalan. Dimana mobil terkubur dalam lumpur disitu juga mereka menginap. Bahan konsumsi harus disiapkan di mobil bila berangkat. Jika tidak bisa diperbaiki mobil ditinggalkan di jalan. Sopir juga jalan kaki 5 sampai 25 kilometer untuk meminta bantuan kepada masyarakat atau teman sopir," ungkapnya.
Kemudian, untuk keluar dari kubangan yang membuat mobil tertanam, sang sopir bersama rekannya harus bekerja hingga larut malam. Mereka menggali untuk membuka jalan agar kendaraan dapat bergerak. Jika medan jalan berlumpur panjang galian 1 meter mobil dapat bergerak maju 1 meter hingga habis medan yang rusak dan keluar dari kubangan.
"Perjuangan para sopir di jalan kalau mobil terkubur harus main gali dengan cangkul dan sandak, gali 1 meter mobil bisa maju. Tidak ada istilah siang dan malam, sampai capek baru bisa beristirahat atau mobil keluar dari lumpur baru istirahat," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT