NUNUKAN – Menghadapi momentum hari besar keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan memperketat pengawasan. Upaya ini sebagai deteksi dini untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIB Nunukan, Putu Bagus Sabda Pramesti mengatakan, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Nunukan sebanyak 1.119 orang.
Kemudian, momen Idulfitri aktivitas kunjungan di Lapas Nunukan biasanya mengalami peningkatan dari keluarga warga binaan. Sehingga,
pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna menjaga stabilitas keamanan selama periode libur Lebaran.
Seperti, menangguhkan cuti bagi petugas lapas. Kebijakan ini berlaku mulai satu pekan sebelum hingga satu pekan setelah Idulfitri. “Untuk memastikan pengawasan tetap maksimal, cuti petugas semua ditangguhkan,” ucap Putu Bagus, Sabtu (14/3).
Ia menegaskan, langkah lain yang dilakukan yakni pengamanan diperkuat melalui penjagaan. Dan satu regu jaga terdapat enam orang petugas yang bertugas secara bergantian dalam mengawasi aktivitas di dalam lapas.
Secara keseluruhan, sekitar 20 personel pengamanan disiagakan untuk mendukung pengawasan selama masa libur Lebaran, ditambah dengan keterlibatan staf yang turut membantu pengamanan.
“Proses pemeriksaan terhadap setiap aktivitas, baik barang maupun orang yang masuk ke dalam lapas, juga akan kami perketat selama libur Lebaran,” tegasnya.
Dengan persiapan yang dilakukan, pihaknya optimis pengawasan dapat optimal. Sebab, hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan serta mencegah potensi gangguan ketertiban. Karena itu, ia berkomitmen untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan selama Idulfitri berjalan aman dan tertib.
“Kami berupaya menjaga situasi tetap kondusif sehingga seluruh warga binaan dapat menjalani pembinaan dengan baik. Petugas tetap menjalankan tugasnya secara profesional,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT