NUNUKAN - Arus mudik Idulfitri 1447 Hijiriah tinggal beberapa hari lagi. Momen ini biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung menggunakan angkutan udara dan laut.
Idulfitri tahun ini diprediksi jumlah penumpang menggunakan angkut milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) diprediksi mengalami penurunan. Alasannya, penjualan tiket menjelang arus mudik Idulfitri dinilai belum menunjukkan peningkatan signifikan seperti tahun sebelumnya.
Kepala Pelni Cabang Nunukan, Sudjito mengatakan, penjualan tiket kapal Pelni untuk periode mudik telah dibuka sebulan sebelum jadwal keberangkatan. Kemudian, dari data sementara, jumlah pembelian tiket masih berada di bawah capaian tahun lalu.
"Kalau kita lihat dari penjualan tiket hingga saat ini, ada penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ucapnya, Ahad (8/3).
Dijelaskan, kondisi ini diduga dipengaruhi jarak waktu antara momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan Hari Raya Idulfitri tahun ini yang berdekatan.
Sehingga, membuat sebagian masyarakat yang bekerja di luar daerah, khususnya pekerja migran Indonesia di Malaysia.
“Prediksi kami karena jarak Nataru dengan Lebaran tidak terlalu jauh. Bisa jadi mereka sudah pulang lebih dulu saat libur Natal dan Tahun Baru. Sehingga saat Idulfitri tidak melakukan perjalanan lagi,” ungkapnya.
Dan untuk memudahkan masyarakat sekaligus mengantisipasi praktik calo, Pelni mengimbau para calon penumpang agar memanfaatkan sistem pembelian tiket secara online melalui website maupun aplikasi resmi yang telah disediakan.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke loket penjualan tiket.
"Sekarang pembelian tiket sudah sangat mudah. Bisa datang ke loket, tapi lebih baik lagi lewat aplikasi atau website. Jadi masyarakat bisa beli dari rumah, bahkan sambil istirahat juga bisa,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT