Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Terkait Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia, Begini Penjelasan Kepala BPS Nunukan

Asrullah RT • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:37 WIB

Kepala BPS Nunukan Iskandar Ahmaddien   
Kepala BPS Nunukan Iskandar Ahmaddien  

NUNUKAN - Tren Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Nunukan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan,angka IPM Nunukan masih berada di posisi terendah dibanding kabupaten/kota lain.

Terkait hal ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien menjelaskan, ada beberapa indikator yang paling menghambat kenaikan IPM Nunukan. Pertama, berdasarkan kondisi pembangunan manusia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, meskipun IPM terus meningkat dari tahun ke tahun, indikator utama yang paling menghambat kenaikan IPM saat ini adalah komponen pendidikan.

Khususnya, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), dan IPM terdiri dari tiga dimensi utama. Pertama, kesehatan diukur melalui Umur Harapan Hidup (UHH). Kendidikan yang diukur melalui Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). Ketiga, standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan

"Indikator yang paling menghambat RLS yakni tingkat pendidikan penduduk usia 25 tahun ke atas masih relatif rendah, terutama di wilayah perdesaan dan perbatasan. Banyak penduduk yang hanya menyelesaikan pendidikan sampai jenjang SD atau SMP. Akses pendidikan menengah dan tinggi belum merata, terutama di kecamatan terpencil. Mobilitas tenaga kerja lintas negara (Malaysia) menyebabkan sebagian penduduk usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan formal," jelasnya.

Lanjutnya, UHH cenderung stabil dan meningkat perlahan, sehingga bukan faktor penghambat utama. Kemudian, pengeluaran per kapita ia menilai fluktuatif, tetapi secara umum masih lebih baik dibanding capaian indikator pendidikan dalam mendorong IPM naik signifikan.

"Indikator utama yang paling menghambat kenaikan IPM Nunukan adalah rendahnya RLS yang mencerminkan kualitas pendidikan penduduk dewasa masih tertinggal dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Utara. Untuk mempercepat kenaikan IPM, intervensi paling strategis yaknis meningkatan akses pendidikan menengah dan tinggi. Program kejar paket dan pendidikan kesetaraan. Penguatan kualitas dan distribusi guru di wilayah terpencil," bebernya.

Tren Kenaikan IPM

Kenaikan IPM di Nunukan dari 68 ke 69 dalam tiga tahun terakhir, BPS menilai peningkatan tersebut merupakan hasil perbaikan gradual pada komponen pembentuk IPM, bukan akibat anomali data. Sebab, tidak ditemukan anomali signifikan dalam proses pendataan (khususnya Susenas sebagai basis penghitungan IPM) yang melalui mekanisme quality control, editing dan validasi berlapis tetap dijalankan.

Kemudian, tidak ditemukan lonjakan ekstrem pada indikator UHH, HLS, RLS, maupun pengeluaran per kapita yang menyimpang dari pola historis. Untuk kenaikan berada dalam rentang wajar (incremental growth), sekitar 0,2–0,4 poin per tahun. Artinya, perubahan nilai IPM lebih mencerminkan dinamika sosial-ekonomi yang nyata.

Adapun beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi mendorong kenaikan IPM antara lain, perbaikan HLS akibat meningkatnya partisipasi pendidikan. Stabilitas atau kenaikan pengeluaran per kapita riil, seiring pemulihan ekonomi pascapandemi. Perbaikan akses layanan kesehatan, yang berdampak pada peningkatan UHH secara bertahap.

Namun demikian, komponen RLS masih menjadi faktor pembatas sehingga kenaikan IPM relatif lambat. Dan strategi yang berpengaruh kenaikan IPM dipengaruhi peningkatan akses pendidikan menengah, program bantuan sosial dan perlindungan sosial, penguatan layanan kesehatan dasar hingga pemulihan aktivitas ekonomi lokal.

"Kenaikan IPM dari 68 ke 69 dalam tiga tahun terakhir bukan disebabkan anomali data. Melainkan hasil dari perbaikan bertahap pada dimensi pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Namun, tanpa intervensi yang lebih agresif terutama pada peningkatan RLS dan kualitas pendidikan, percepatan kenaikan IPM akan tetap berlangsung secara moderat," katanya.

Rekomendasi BPS ke Pemerintah Daerah Nunukan

Agar pertumbuhan jumlah penduduk yang besar ini bisa selaras dengan peningkatan kualitas SDM (IPM) sehingga bisa bersaing dengan kabupaten kota di Kalimantan Utara seperti Kota Tarakan atau Kabupaten Bulungan Badan Pusat Statistik merekomendasi berbasis data agar pertumbuhan penduduk di Kabupaten Nunukan dapat selaras dengan peningkatan kualitas SDM (IPM), sehingga mampu bersaing dengan Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara.

Untuk rekomendasi strategis berbasis komponen IPM diantaranya percepatan peningkatan dimensi pendidikan yakni fokus pada RLS. Sebab, masalah utama, RLS masih menjadi penghambat.

Untuk itu, direkomendasikan perluasan akses SMA/SMK dan pendidikan tinggi di kecamatan terpencil. Program kejar paket dan pendidikan kesetaraan bagi usia 25+ tahun. Insentif guru untuk wilayah perbatasan dan kepulauan. Integrasi pendidikan vokasi dengan kebutuhan sektor unggulan (perdagangan lintas batas, perikanan, jasa).

Dan target jangka menengah peningkatan RLS minimal 0,3–0,5 tahun dalam 3–5 tahun. Optimalisasi bonus demografi dengan jumlah penduduk besar dan usia produktif dominan. Kembangkan pelatihan kerja berbasis kompetensi lokal. Dorong UMKM dan ekonomi kreatif berbasis perbatasan. Fasilitasi sertifikasi tenaga kerja migran agar lebih produktif dan berdaya saing. Penguatan Standar Hidup Layak (Daya Beli) komponen pengeluaran riil per kapita sangat menentukan IPM.

Langkah Strategis stabilitas harga bahan pokok di wilayah perbatasan, peningkatan konektivitas logistik antar pulau/kecamatan, pengembangan kawasan ekonomi berbasis perdagangan lintas batas. Sebab, jika daya beli meningkat stabil, IPM akan terdorong signifikan. Pemerataan layanan kesehatan dengan penguatan layanan primer di wilayah terpencil, penurunan stunting dan peningkatan gizi, distribusi tenaga kesehatan yang lebih merata.

Baginya, walaupun UHH relatif stabil, peningkatan kualitas layanan tetap penting untuk akselerasi IPM, penguatan perencanaan berbasis data, menggunakan data mikro Susenas dan indikator sektoral untuk targeting kebijakan. Pemerintah daerah melakukan identifikasi kecamatan dengan IPM terendah sebagai prioritas intervensi. Selanjutnya, sinkronisasi RPJMD dengan indikator komponen IPM, bukan hanya angka agregat.

"Agar mampu bersaing dengan Tarakan dan Bulungan, Nunukan perlu bertransformasi dari wilayah dengan jumlah penduduk besar menjadi wilayah dengan kualitas SDM unggul. Kuncinya adalah fokus pada peningkatan RLS (pendidikan dewasa)," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #bps #ipm #indeks pembangunan manusia