NUNUKAN - Masyarakat Krayan kembali merasakan sulitnya akses jalan penghubung antar kecamatan. Bagaimana tidak, akses utama masyarakat kembali rusak parah dan sulit dilalui kendaraan roda dua hingga roda empat.
Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli mengatakan, kondisi jalan lingkar Lembudud-Long Layu kembali rusak dan sulit dilalui seperti tahunytahun sebelumnya. Kondisi ini menghambat mobilisasi orang dan barang.
"Kemaren, ruas jalan berlumpur dan mengakibat banyak kendaraan terjebak dan sulit keluar. Untuk keluar,harus dibantu dengan mobil lain dan tenaga manusia jika terjebak," ucap Oktavianus Ramli, Selasa (3/3).
Dijelaskan, situasi ini bukan pertama kali dirasakan masyarakat Krayan. Kondisi ini terbilang terjadi setiap tahun. Ketika curah hujan tinggi terjadi berimbas pada kondisi jalan dan jembatan.
"Ini akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Krayan. Bukan badan jalan saja, beberapa titik jembatan sudah mulai putus karena longsor," ungkapnya.
Ia menegaskan, jalan lingkar Lembudud-Long Layu yang rusak parah diperkirakan sepanjan 300 meter. Tak hanya itu, sejumlah titik jalan di sejumlah kecamatan ada yang mengalami kerusakan hingga 80 persen.
Hal ini juga berdampak pada waktu tempuh perjalanan. Jika kondisi jalan bagus perjalanan hanya 2 hingga 3 jam. Sementara, karena kondisi jalan rusak harus ditempuh hingga 5 jam dikarenakan kendaraan terjebak lumpur.
"Ini (jalan rusak) panjangnya kurang lebih 300 meter. Untuk sementara titik-titik yang sangat parah di wilayah Kecamatan Krayan Barat. Hampir 80 persen badan jalan hancur," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT