Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

IHK Februari 2026 Alami Kenaikan, Inflasi Tahunan Nunukan Capai 4,22 Persen

Asrullah RT • Senin, 2 Maret 2026 | 18:08 WIB

Kepala BPS Kabupaten Nunukan Iskandar Ahmaddien
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Iskandar Ahmaddien

NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan secara resmi merilis laporan terbaru mengenai perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Februari 2026. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, Nunukan mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,22 persen dengan angka IHK yang meningkat menjadi 110,5.

Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan Januari 2026 yang berada pada level 3,67 persen. Seiring dengan kenaikan tersebut, Indeks Harga Konsumen (IHK) juga merangkak naik dari 110,23 pada bulan Januari menjadi 110,5 pada bulan Februari.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien mengatakan, secara terperinci, kenaikan harga ini tercermin dari meningkatnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Seperti, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni sebesar 20,44 persen.

Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,77 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,89 persen. Untuk Kelompok pengeluaran lainnya yang juga menyumbang inflasi meliputi kelompok makanan, minuman, dan tembakau (1,55 persen), pendidikan (1 persen), transportasi (0,83 persen), dan kesehatan (0,76 persen).

"Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mencatatkan penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,93 persen," ucap Iskandar Ahmaddien, Senin (2/3).

Dijelaskan, beberapa komoditas utama yang memberikan andil inflasi tahunan (y-on-y) terbesar di Nunukan yakni tarif listrik dengan andil sebesar 2,19 persen, emas perhiasan dengan andil 0,61 persen.
Nasi dengan lauk serta ikan bandeng/ikan bolu yang masing-masing berkontribusi 0,21 persen.

Untuk perlambatan laju inflasi bulanan (m-to-m) berbeda dengan tren tahunan, tekanan harga secara bulanan di Nunukan justru mengalami penurunan kecepatan. Pada Januari 2026, inflasi bulanan tercatat cukup tinggi sebesar 0,81 persen. Namun, pada Februari 2026, angka ini turun signifikan menjadi 0,24 persen.

Komoditas yang mendominasi sumbangan inflasi bulanan ini antara lain adalah cabai rawit 0,22 persen, emas perhiasan 0,14 persen, dan tomat 0,07 persen. Sementara itu, untuk tingkat inflasi tahun berjalan atau year-to-date (y-to-d) hingga Februari 2026 tercatat sebesar 1,06 persen.

"Data ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga yang cukup signifikan pada sektor energi dan perumahan dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi faktor pendorong utama inflasi di wilayah Kabupaten Nunukan pada awal tahun 2026 ini," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #inflasi #bps #IHK