NUNUKAN - Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Sembakung kini perlahan kembali normal. Buktinya, dari enam kecamatan yang dilintasi Sungai Sembakung, lima kecamatan yang sebelumnya terdampak banjir telah normal seperti biasanya.
Kasubid Evaluasi BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, berdasarkan pantauan personel di lapangan pada Minggu (1/3), ketinggian permukaan air sungai Sembakung mengalami penurunan.
"Hingga pukul 17.30 WITA, ketinggian permukaan air sungai Sembakung terpantau di 4,59 meter. Terjadi penurunan ketinggian air (surut) 6 centimeter dari posisi sebelumnya," ucap Hasanuddin, Senin (2/3).
Dijelaskannya, dari 6 kecamatan yang berada di sepanjang sungai Sembakung terdampak banjir, 5 kecamatan kondisinya sudah surut dan kembali normal. Seperti Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Persidangan, Lumbis Ogong, Lumbis dan Sembakung Atulai.
"Sedangkan Kecamatan Sembakung hingga saat ini masih terdampak banjir dan masih banyak rumah yang terendam banjir. Warga yang mengungsi, tidak ada," jelasnya.
Lanjutnya, berdasarkan data jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 1.434 KK dengan 4.477 jiwa. Dan jumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Sembakung ada 5 desa dari 8 desa yang ada di Kecamatan Sembakung.
"Rumah yang masih terendam banjir hingga sore (Minggu, (1/3) sebanyak 227 unit rumah dengan ketinggian air tertinggi di dalam rumah warga mencapai lebih dari 1 meter. BPBD bersama Polri, TNI dan aparat kecamatan/desa serta relawan melakukan pemantauan wilayah dan memberikan himbauan tetap waspada terhadap dampak banjir," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT