NUNUKAN - Pembinaan dan pengawasan pangan takjil dilakukan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan. Ini bertujuan menjamin keamanan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hj. Nurmadia mengatakan, Dinkes P2KB Nunukan melaksanakan pembinaan dan pengawasan pangan takjil selama tiga hari. Tim melakukan pengambilan sampel langsung di lokasi penjualan takjil yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
"Hasil pemeriksaan sampel hari pertama, tim melakukan pemeriksaan terhadap 18 sampel, 14 sampel dihari kedua dan 16 sampel di hari ketiga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan Boraks," ucap Hj. Nurmadia, Sabtu (28/2).
Dijelaskan, berdasarkan hasil uji sampel, secara keseluruhan hasil pengawasan selama tiga hari menunjukkan bahwa takjil yang beredar di wilayah Nunukan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Karena itu, Dinkes P2KB Nunukan yang bertugas tidak hanya pengawasan, tetapi juga pembinaan kepada para pedagang.
"Pembinaan ke para pedagang agar senantiasa memperhatikan kebersihan, keamanan serta mutu pangan yang dijual. Masyarakat harus tetap selektif dalam memilih makanan berbuka puasa serta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat berjualan," pesannya.
Ia menegaskan, dengan hasil pemeriksaan takjil yang dilakukan, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan nyaman. Serta terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari risiko konsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B, Metanil Yellow, formalin, dan Boraks," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT