NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan terus melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak banjir. Seperti, Kecamatan Sembakung yang tinggi muka air (TMA) yang terus mengalami kenaikan.
Dimana, ketinggian air sebelumnya mencapai 4,60 meter atau mengalami kenaikan 8 sentimeter dari pantauan sebelumnya di angka 4,52 meter pada, Sabtu (28/2). Sementara, kondisi normal berada di kisaran 3 meter.
Kepala Pos BPBD Sembakung, Taufik mengatakan, kenaikan debit air berdampak pada sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sembakung. Tercatat lima desa terdampak, yakni Desa Atap, Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan dan Desa Tujung.
Dirincikan, banjir merendam berbagai fasilitas umum dan perkantoran di Desa Atap. Seperti, Pos Damkar Sembakung, BPU Sembakung, GOR Sembakung, kantor PLN ULD Sembakung, UPT Disdik Sembakung, Kantor KUA Sembakung, Koramil Sembakung. Kantor Pertanian Sembakung, Kantor Pos dan Giro Atap. Masjid Jami Al Hidayah Atap, Masjid Al Mujahidin Atap, Kantor Camat Sembakung, mushola RT 3 Atap, serta rumah-rumah warga.
Fasilitas kesehatan dan pendidikan, yakni Pustu Tembelunu, Posyandu Belibis Atap, Posyandu Garuda Atap, SDN 1 Sembakung, SDN 2 Sembakung, SDN 4 Tembelunu, SMA Sembakung, SDN 3 Tembelunu, SMPN 1 Sembakung,
"Jumlah rumah terdampak di Desa Atap tercatat sebanyak 181 unit dengan 270 kepala keluarga dan 864 jiwa," ucap Taufik, Ahad (1/3).
Sementara, di Desa Tagul, banjir merendam SDN Tagul, SMP Tagul, Masjid Tagul, BPU Tagul, BUMDes Tagul, Kantor Desa Tagul, Posyandu Tagul, serta TPA Desa Tagul. Dan sebanyak 12 rumah terdampak dengan 16 kepala keluarga dan 86 jiwa.
Kemudian, Desa Lubakan, enam rumah terdampak dengan lima kepala keluarga dan 24 jiwa. Serta, Desa Tujung mencatat 11 rumah terdampak dengan 19 kepala keluarga dan 69 jiwa. Terakhir, di Desa Manuk Bungkul, selain merendam SDN Bungkul, Masjid Manuk Bungkul dan Posyandu, banjir juga menggenangi 17 rumah dengan 16 kepala keluarga dan 42 jiwa.
"Lima desa lainnya di Kecamatan Sembakung dilaporkan masih dalam kondisi aman dan bebas dari banjir, yakni Desa Tepian, Desa Pelaju, Desa Pagar, Desa Butas Bagu, dan Desa Labuk. Pemantauan perkembangan tinggi muka air serta berkoordinasi dengan aparat desa dan instansi terkait terus dilakukan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT