Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Monitoring Perdagangan di Sebatik Utara, Ini Temuan DKUKMPP Nunukan

Asrullah RT • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:54 WIB

 

PEMERIKSAAN : Tim DKUKMPP Nunukan melakukan monitoring dan evaluasi disejumlah lokasi di Sebatik Utara.   
PEMERIKSAAN : Tim DKUKMPP Nunukan melakukan monitoring dan evaluasi disejumlah lokasi di Sebatik Utara.  

NUNUKAN - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan perdagangan di Sebatik Utara. Monitoring ini mencakup pengecekan langsung di kawasan Pelabuhan SKPT Sebatik, khususnya terhadap pelaksanaan ekspor produk hasil perikanan.

Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Nunukan, Dior R Frames mengatakan, monitoring dilakukan bersama petugas dari Bea Cukai Nunukan. Saat peninjauan, terungkap sejumlah kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Seperti, masih adanya eksportir yang belum mengaktifkan akun untuk pengisian Surat Keterangan Asal (SKA) barang. Meski demikian, aktivitas produksi dan ekspor ikan tetap berjalan melalui eksportir aktif di Sebatik, dengan tetap menggunakan dokumen SKA sesuai ketentuan.

“Secara umum, kegiatan ekspor perikanan masih berjalan. Namun ada beberapa hal administratif yang perlu segera dibenahi agar prosesnya lebih optimal,” ucap Dior Frames di sela kegiatan, Jumat (27/2).

Dijelaskan, sektor perikanan, DKUKMPP Nunukan juga menggelar diskusi bersama sejumlah pelaku usaha sembako di Sebatik Utara. Pertemuan tersebut membahas dampak perdagangan lintas batas terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok.

Dan saat ini terjadi kenaikan nilai tukar yant menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga sejumlah komoditas. Terutama barang yang masih bergantung dari negara tetangga. Kondisi ini berdampak pada peningkatan harga di tingkat pedagang.

"Sebagai solusi jangka pendek, DKUKMPP mendorong peralihan penggunaan LPG dari produk luar negeri ke produk dalam negeri seperti Bright Gas yang saat ini dinilai sudah cukup tersedia di Sebatik. Sementara untuk komoditas minyak goreng dan gula, pemerintah daerah tengah mengupayakan masuknya produsen dari wilayah Jawa ke Kabupaten Nunukan," jelasnya.

Ia menegaskan, upaya tersebut masih dalam tahap proses administrasi dan koordinasi dengan para distributor dan pelaku usaha di Sebatik maupun Nunukan. Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat menekan ketergantungan terhadap pasokan lintas batas serta menjaga stabilitas harga di wilayah perbatasan.

"Melalui monitoring ini, DKUKMPP Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kelancaran perdagangan, baik sektor ekspor perikanan maupun distribusi kebutuhan pokok, demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Sebatik Utara," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#SKPT #nunukan #sebatik utara #sebatik #Monitoring