NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatatkan setidaknya 12.484 jiwa terdampak banjir yang terjadi di 10 kecamatan. Kondisi ini dikarenakan terjadi intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Nunukan.
Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan. Dan berdampak pada ribuan kepala keluarga (kk). Berdasarkan hasil pemantauan Pos BPBD kecamatan dan laporan dari pemerintah setempat, wilayah terdampak yakni Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Sebuku. Kemudian Kecamatan Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat.
Kasubid Evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Nunukan sebanyak 4.033 kepala keluarga atau 12.484 jiwa terdampak banjir.
"Selain itu, sejumlah fasilitas umum turut terdampak, terdiri dari 17 fasilitas pendidikan, 12 fasilitas kesehatan, 31 fasilitas pemerintahan, 18 fasilitas umum lainnya, serta 19 rumah ibadah," ucap Hasanuddin, Jumat (27/2).
Dijelaskan, warga yang sempat mengungsi sementara di Pos BPBD Kecamatan Lumbis telah kembali ke rumah masing-masing seiring mulai surutnya air di beberapa titik. Namun demikian, aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah kecamatan hingga kini masih belum sepenuhnya pulih.
"BPBD Nunukan bersama pihak kecamatan, pemerintah desa, TNI dan Polri terus melakukan pemantauan wilayah terdampak, pembersihan fasilitas ibadah dan jalan dari sisa material banjir," jelasnya.
Pemantauan dilapangan terus dilakukan, tinggi muka air (TMA) juga difokuskan pada tiang ukur di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis dan Desa Atap, Kecamatan Sembakung. Ini bentuk antisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
Apalagi, dibeberapa titik, banjir tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga membawa material kayu dan lumpur yang menutup akses jalan, khususnya di wilayah Krayan dan sebagian daerah Lumbis.
Dan saat ini, kondisi debit air di Kecamatan Sembakung terpantau masih mengalami kenaikan. Sementara itu, pada Kamis (26/2), TMA di Lumbis pada pukul 19.30 WITA tercatat mencapai 9,9 meter, naik dari sebelumnya 9,8 meter pada pukul 16.09 WITA. Di Sembakung, TMA tercatat 4 meter pada pukul 17.52 WITA, meningkat dari 3,90 meter.
"BPBD Nunukan mengimbau masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT