NUNUKAN - Kabar duka datang dari maskapai Pelita Air yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah Krayan. Pesawat yang membawa BBM tersebut terjatuh sekitar tiga kilometer dari ujung runway Bandara Yuvai Semaring setelah take-off.
Camat Krayan Ronny Firdaus menceritakan, pesawat yang dikendalikan sang pilot baru saja menjalankan tugasnya mengantarkan BBM dari Kota Tarakan ke Long Bawan, Krayan, Kamis (19/2).
"Pesawat sudah bawa BBM, mau kembali. Setelah terbang masyarakat sempat melihat berputar-putar kemudian oleng lalu terdengar ledakan disusul asap hitam," ucap Ronny Firdaus usai melakukan evakuasi.
Ia menceritakan, usai mengetahui adanya pesawat terjatuh, ia bersama masyarakat langsung menuju sumber api yang menjadi petunjuk. Dan untuk sampai ke lokasi pesawat terjatuh harus ditempuh dengan berjalan kaki.
"Perjalanan sekitar 40 menit sampai lokasi. Pertama ketemu pecahan sayap pesawat kemudian jarak beberapa meter ditemukan puing lainnya. Dan posisi pilot masih berada di pesawat," kisahnya.
Ia mengaku, saat melihat kondisi pesawat sudah terbakar. Dan sang pilot masih berada di pesawat tersebut. Kemudian, masyarakat bersama TNI Polri melakukan evakuasi terhadap korban.
Kemudian, jenazah sang pilot di tempatkan di Rumah Sakit Pratama (RSP) Krayan. Ia mengaku tidak ada proses hambatan yang berarti selama proses evakuasi dan masyarakat ikut bergerak membantu.
"Selanjutnya, apakah dari pihak pertamina atau maskapai yang menangani. Yang pasti jenazah sudah berada di RSP Krayan," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT