NUNUKAN - Seorang bocah laki-laki bernama Argha Alfarezi (7) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, (14/2) sekira pukul 20.00 WITA. Korban ditemukan usai kedua orang tuanya melakukan pencarian lantaran korban tak kunjung pulang.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan mengatakan,berdasarkan keterangan saksi, sebelum korban ditemukan kedua orang tuanya melakukan pencarian. Sehingga, saksi ikut mencari korban.
Tak berselang lama, saksi yang membantu melakukan pencarian menemukan korban berada di depan bawa kolong jemuran rumput laut warga. Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi mengapung.
"Selanjutnya pihak keluarga korban langsung membawa korban ke Puskesmas Nunukan dan selanjutnya pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nunukan," ucap Ipda Sunarwan.
Lanjutnya, sekira pukul 20.30 WITA personel Polsek Nunukan dan Reskrim Polres Nunukan yang dipimpin langsung Kapolsek Nunukan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Dan berdasarkan keterangan yang diperoleh sekitar pukul 17.00 WITA, korban bersama teman-temannya sedang memasang ambau (mencari kepiting) di jemuran rumput laut warga. Selanjutnya menjelang magrib teman-teman korban pulang ke rumahnya masing-masing.
Sementara, korban pada saat sedang memasang ambau (alat mencari kepiting) di jemuran rumput laut warga bersama dengan 4 orang temannya.nMenurut keterangan rekan korban Putra, saat itu mereka sedang merakit ambau di depan rumah nenek korban di Jalan Tanjung RT 24, Kelurahan Nunukan Barat.
Selanjutnya, sekira pukul 17.00 WITA teman-teman korban bergeser untuk memasang ambau yang di ikuti korban. Dimana posisi pemasangan ambau di jemuran rumput laut warga yang tidak jauh dari rumah nenek korban.
"Teman-teman korban memasang ambau di beberapa titik sudut jemuran rumput laut warga. Sedangkan korban terlihat hanya sedang duduk di sudut jemuran rumput laut sambil melihat teman-teman korban memasang ambau," tambahnya.
Kemudian, saat menjelang magrib, rekan-rekan korban pulang ke rumahnya tanpa memperhatikan posisi korban sedang duduk di jemuran rumput laut warga, karna mengira korban sudah pulang ke rumahnya.
"Kondisi atau struktur dari pinggiran jemuran rumput laut warga tersebut yang dipakai pijakan atau sarana oleh korban dan teman-teman korban memasang ambau sudah terlihat sangat rapuh. Namun, tempat tersebut sudah keseharian menjadi tempat korban dan teman-teman bermain main atau memasang ambau," katanya.
Sementara, situasi Air Laut di bawah kolong jemuran rumput laut tersebut pada saat korban dan teman-teman sedang memasang Ambau pada Posisi air pasang. Dan perkiraan air surut saat ini sekitar pukul 18.00 WITA.
"Hasil oleh TKP titik penemuan mayat saat ini ketinggian air maximal dari permukaan tanah adalah 32 cm, ketinggian gelagar atau jemuran rumput laut ke permukaan air sekitar 70 cm dan perkiraan titik jatuh dengan di temukanya Jenazah berjarak sekira 13 meter ditemukan dalam posisi mengambang," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT