NUNUKAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kewilayahan Pulau Nunukan rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026/2027 dipimipin Bupati Nunukan , H. Irwan Sabri. Baginya, musrenbang ini wadah strategis bagi masyarakat kepulauan untuk menyuarakan kebutuhan riil dari tingkat bawah.
Karena itu, ia menekankan bahwa Musrenbang Kewilayahan bukan sekadar rutinitas birokrasi tahunan. Tetapi, forum ini merupakan instrumen penting untuk memastikan pemerataan infrastruktur dan penguatan ekonomi inklusif, khususnya bagi wilayah yang menjadi beranda terdepan daerah.
"Kita ingin memastikan setiap usulan masyarakat di wilayah pulau ini dikaji secara objektif dan konstruktif. Prioritas utama kita adalah program yang memberikan pelayanan terbaik dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pulau," ucap H. Irwan Sabri, Jumat (13/2).
Sementara, Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Nunukan, Ir. Andi Astuti menambahkan Pulau Nunukan sebagai kawasan strategis perbatasan memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas, aktivitas perdagangan, serta pelayanan pemerintahan.
Karena itu, peningkatan kualitas jalan lingkungan, drainase, air bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan serta konektivitas antar kawasan menjadi prioritas yang harus terus djdorong. "Penguatan akses jalan produksi, dukungan terhadap UMKM, serta kelancaran distribusi barang dan jasa menjadi pondasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," tegasnya.
Lanjutnya, dengan mengusung tema Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Layanan Dasar serta Penguatan Infrastruktur Ekonomi guna Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif, tentunya dapat menegaskan dua fokus utama pembangunan daerah.
Pertama, memastikan pelayanan dasar masyarakat semakin merata dan berkualitas. Kedua, memperkuat infrastruktur ekonomi sebagai pengungkit pertumbuhan dan daya saing wilayah. Berdasarkan rekapan data pada tahun 2026 per kecamatan bersumber dari musrenbang dan pokir sebanyak 386 kegiatan. Rincianannya, Kecamatan Nunukan 230 kegiatan dan Kecamatan Nunukan Selatan 156 kegiatan telah terakomodir dalam dokumen RKA 2026.
Selanjutnya, untuk rekap data hasil musrenbang Tahun 2027, di 2 kecamatan berjumlah 1.032 usulan . Dimana usulan 1.032 tersebut sudah dilakukan proses verifikasi dan penajaman sehingga diperoleh 65 usulan prioritas.
Terdiri dari 35 usulan kecamatan Nunukan, 30 usulan kecamatan Nunukan Selatan yang menjadi pembahasan. Ia menegaskan, skala Prioritas akan mengacu pada Visi Misi 17 Arah Baru Perubahan.
"Kita harus menyadari bahwa kapasitas fiskal daerah memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, penentuan prioritas tahun 2027 mengacu pada SPM , Pro SN dan Visi Misi (17 Arah Baru Perubahan) serta dilakukan berdasarkan tingkat urgensi dan kemendesakan, dampak langsung terhadap pelayanan dasar, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan kesinambungan program pembangunan. Kami berharap forum ini berlangsung konstruktif dan objektif, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas diatas kepentingan sektoral. Keputusan yang diambil akan menentukan kualitas pembangunan Kabupaten Nunukan pada tahun 2027," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT