Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Begini Kesaksian Guru SD 001 Sebatik Tengah, Terkait Dugaan Perbuatan Tak Menyenangkan Oknum Kepsek

Asrullah RT • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:41 WIB
DROP : Halimah mendapatkan perawatan medis diduga usai mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum kepsek SD 001 Sebatik Tengah.
DROP : Halimah mendapatkan perawatan medis diduga usai mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum kepsek SD 001 Sebatik Tengah.

NUNUKAN - Curhatan Nur Sakinah di media sosial atas perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap sang Ibu yang merupakan tenaga pengajar di SD 001 Sebatik Tengah dibenarkan salah satu guru, Mapewali yang ada di lokasi kejadian.

Ia bercerita, pada Senin, (2/2) sekitar pukul 9.00 WITA, Halimah hendak menjalankan tugasnya untuk mengajar. Namun, kehadirannya membuat oknum kepsek tak nyaman hingga memicu kemarahah.

Menurut kesaksian Mapewali, sempat terjadi ketegangan di mana Kepala Sekolah yang sedang emosi mengangkat kursi dan menghempaskannya di depan Halimah. Meski kursi tersebut tidak mengenai fisik korban secara langsung, tindakan tersebut diduga memberikan tekanan psikis.

"Ibu Halimah sempat disuruh pulang karena Kepsek tidak senang melihat kehadirannya. Tetapi Ibu Halimah tetap ingin mengajar. Di situlah emosi memuncak hingga kursi dihempas," kisah Mapewali, Jumat (6/2).

Sementara, Nur Sakinah membenarkan bahwa sang ibu tidak mengalami luka secara fisik akibat lemparan kursi. Namun, ibunya mengalami syok berat yang menyebabkan kondisi kesehatannya menurun.

"Secara fisik memang tidak kena, tapi mental ibu saya syok. Beliau sempat pingsan dan bicaranya mulai tidak teratur. Kami sempat membawa ke Puskesmas Haji Kuning dan Sungai Nyamuk. Namun karena kondisi fisik yang terus melemah dan tidak mau makan, kami memutuskan membawa ibu secara mandiri ke Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis dan konsultasi psikolog," ungkapnya.

Diketahui, tindak kepsek ke Halimah diduga karena persoalan lama yang belum usai. Hubungan antara oknum kepsek dan Halimah diketahui kurang harmonis sebelum insiden ini terjadi. Bahkan, upaya mediasi sebenarnya sempat direncanakan melalui Ketua KKG pada hari kejadian.

Namun, upaya mendamaikan kedua belah pihak belum terjadi lantaran situasi justru memanas lebih dulu. Karena itu, pihak keluarga menyayangkan tindakan emosional yang dilakukan oknum kepsek. "Walaupun mungkin ada kesalahan dari ibu saya, apakah pantas seorang kepala sekolah melakukan tindakan seperti itu?" tanyanya.

Pihak keluarga menyatakan tidak memiliki niat untuk memperpanjang masalah jika ada itikad baik. Dan menuntut agar hak Halimah sebagai tenaga pendidik diberikan sebagaimana mestinya tanpa ada intimidasi lebih lanjut.

"Terkait jalur hukum, keluarga masih mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatan dan prosedur yang ada," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #nunukan #guru #kekerasan #sebatik