Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Inflasi Nunukan di Januari Didominasi Kenaikan Harga Secara Bulanan, Ini Penjelasannya

Asrullah RT • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:32 WIB
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien

NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatatkan pada Januari 2026, Kabupaten Nunukan mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,81 persen. Perkembangan ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa pada awal tahun 2026. Kondisi ini sejalan dengan inflasi year to date (y-to-d) juga tercatat sebesar 0,81 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien mengatakan,inflasi m-to-m pada Januari 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

“Inflasi bulanan pada Januari 2026 mencerminkan adanya peningkatan harga pada awal tahun. Terutama pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil cukup besar terhadap pembentukan inflasi,” ucap Ahmaddien.

Dijelaskan, secara tahunan, Kabupaten Nunukan juga mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,23. Inflasi y-on-y terjadi karena meningkatnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi secara y-on-y yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 20,69 persen. Kemudian, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,76 persen.

"Serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,86 persen," ungkapnya.

Selain itu, inflasi juga tercatat pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,01 persen. Sementara, pendidikan sebesar 1,00 persen, kesehatan sebesar 0,83 persen dan transportasi sebesar 0,67 persen.

Pada kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,38 persen, rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,36 persen, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,24 persen.

"Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,93 persen," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#perbatasan #nunukan #inflasi