NUNUKAN – Peningkatan pengawasan di Pelabuhan Tunon Taka dilakukan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan. Pengawasan kesehatan ini sebagai upaya antisipasi potensi masuknya Virus Nipah ke wilayah Nunukan.
Kepala BBKK Wilker Nunukan, dr Baharullah mengatakan, penguatan pengawasan dilakukan dengan tetap memastikan pelayanan kekarantinaan kesehatan kepada penumpang berjalan normal. Kemudian, memastikan apa yang dilakukan tidak menghambat aktivitas penumpang keluar-masuk.
“Pengawasan difokuskan di Pelabuhan Tunon Taka sebagai pintu masuk internasional. Kewaspadaan ditingkatkan guna mencegah potensi masuknya Virus Nipah,” ucap dr Baharulah, Senin (2/2).
Dijelaskan, petugas BBKK Wilker Nunukan melakukan pemantauan kesehatan penumpang secara pengamatan terkait gejala klinis yang mengarah pada penyakit menular. Hal ini merupakan bagian dari deteksi dini di pintu masuk wilayah jalur internasional.
Kemudian, pengawasan juga diperkuat melalui pemanfaatan sistem kewaspadaan dini Nasional untuk menelusuri riwayat perjalanan dan riwayat kesehatan penumpang. Dan setiap indikasi akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
“Deteksi dini menjadi prioritas utama kami. Apabila ditemukan penumpang dengan gejala tertentu, petugas akan langsung melakukan langkah penanganan sesuai ketentuan kekarantinaan kesehatan," ungkapnya.
Guna memaksimalkan pelaksanaan di lapangan, BBKK Wilker Nunukan memperkuat koordinasi dengan pengelola pelabuhan, otoritas perhubungan, serta fasilitas pelayanan kesehatan. Koordinasi itu dilakukan guna memastikan kesiapan alur penanganan dan rujukan jika diperlukan.
Ia menegaskan, peningkatan kewaspadaan ini bersifat preventif dan dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari risiko masuk dan penyebaran penyakit menular.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menginformasikan jika ada tanda-tanda atau gejala yang mengarah pada gejala virus nipah. Kami tidak akan menjalankan protokol ketat. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT