NUNUKAN - Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kewilayahan di Pulau Sebatik menghasilkan ratusan usulan. Sebanyak 148 usulan ini datang dari lima kecamatan yang ada di pulau Sebatik.
Plt Sekda Nunukan Raden Iwan Kurniawan menyampaikan terdapat tiga tahapan utama dalam proses ini. Pertama, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menghimpun usulan dari lima kecamatan di wilayah Sebatik.
"Kita akan mendiskusikan usulan-usulan ini bersama perangkat daerah untuk melihat kemungkinan masuknya dalam perencanaan 2027, dengan tetap memperhatikan tematik dan prioritas pembangunan ke depan," ucap Iwan Kurniawan, kemarin.
Ia merincikan, sebanyak 148 usulan yang masuk berasal dari Kecamatan Sebatik sebanyak 36 usulan, Sebatik Barat sebanyak 29 usulan, Sebatik Utara sebanyak 30 usulan, Sebatik Timur sebanyak 32 usulan dan Sebatik Tengah sebanyak 21 usulan.
Pria yang juga menjabat sebagai kepala Bappeda Litbang Nunukan ini menegaskan pentingnya prioritas alokasi anggaran melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk usulan-usulan di tingkat kecamatan.
"Kehadiran para pemangku kebijakan merupakan bentuk komitmen nyata dalam mengawal aspirasi masyarakat agar benar-benar masuk ke dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dan terakomodasi pada anggaran tahun perencanaan 2027," harapnya.
Lebih lanjut disampaikan, musrenbang kewilayahan ini menjadi ruang diskusi dua arah. Dimana, masyarakat akan mendapatkan jawaban langsung dari perangkat daerah mengenai status usulan mereka. Selanjutnya, berita acara forum perangkat daerah akan menjadi penentu usulan yang secara resmi masuk ke dalam rencana kerja (renja) dan diusulkan ke APBD 2027.
"Tidak semua usulan dapat terakomodasi secara otomatis. Setiap usulan harus melewati proses seleksi ketat berdasarkan kriteria yang ada, terutama keselarasan dengan visi dan misi kepala daerah melalui 17 Arah Baru Menuju Perubahan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT