NUNUKAN – Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan bakal disandari kapal militer Amerika Serikat (US Marine). Terkait rencana ini, Pelindo Regional 4 Nunukan memfasilitasi rencana survei lokasi kedatangan. Survei ini dilakukan bertujuan sebagai persiapan latihan bersama serta dukungan penggunaan pelabuhan.
Survei yang berlangsung untuk periode Januari 2026 kemudian diajukan secara resmi Detasemen Perlindungan Pasukan (Force Protection Detachment/FPD) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan pihak Amerika Serikat dalam rangka kerjasama dan latihan bersama antara militer Amerika Serikat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
General Manager Pelindo Regional 4 Nunukan, Anugrah Amaliah mengungkapkan, Pelindo Nunukan pada prinsipnya mendukung setiap bentuk kerjasama yang sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta koordinasi lintas instansi terkait.
“Pelabuhan Tunon Taka merupakan pelabuhan strategis di wilayah perbatasan. Setiap rencana penggunaan oleh pihak asing, termasuk untuk latihan bersama militer, tentu akan kami fasilitasi secara profesional dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan dan kedaulatan negara,” ujar Anugrah, Senin (26/1).
Dijelaskan, dalam permohonan tersebut FPD Kedutaan Besar Amerika Serikat meminta izin untuk melakukan survei fasilitas pelabuhan serta pengambilan dokumentasi di sejumlah titik strategis.
Adapun area yang dimaksud meliputi pos pemeriksaan masuk dan keluar, stasiun keamanan, sistem keamanan eksterior dan gudang atau area pementasan. Kemudian, dermaga yang direncanakan sebagai lokasi sandar kapal Angkatan Laut Amerika Serikat.
Kemudian, survei lainnya mencakup stasiun pemadam kebakaran, fasilitas medis, serta dokumentasi kendaraan darurat dan kapal tunda yang tersedia di pelabuhan. Dan seluruhnya bersifat pengenalan dan referensi secara teknis.
“Permintaan tersebut masih dalam tahap koordinasi. Pelindo tidak mengambil keputusan secara sepihak, melainkan akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Termasuk otoritas keamanan dan instansi pemerintah lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan survei ini tidak hanya berkaitan dengan latihan bersama. Tetapi juga sebagai bagian dari penilaian kesiapan Pelabuhan Tunon Taka dalam mendukung aktivitas internasional, khususnya di wilayah perbatasan.
Dan Pelindo Regional 4 Nunukan memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan akan dilaksanakan secara transparan dan sesuai prosedur. Serta tetap menghormati ketentuan hukum nasional yang berlaku.
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi penguatan fungsi Pelabuhan Tunon Taka sebagai simpul logistik dan pelabuhan strategis di wilayah perbatasan,” tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT