Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kasus TB di Nunukan Alami Peningkatan, Ratusan Kasus Terjadi pada Anak Akibat Penularan dari Orang Tua

Asrullah RT • Rabu, 21 Januari 2026 | 19:52 WIB
Ilustrasi TBC. Boldsky
Ilustrasi TBC. Boldsky

NUNUKAN - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan mencatatkan kasus Tuberkulosis (TB) pada 2025 sebanyak 545 kasus. Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 42 persen dibandingkan pada 2024 lalu sebanyak 378 kasus TB.

Dinkes P2KB Nunukan Hj. Miskia menyampaikan 545 kasus TB, 100 kasus diantaranya terjadi pada anak-anak, termasuk bayi di bawah dua tahun (baduta). Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala batuk yang berlangsung lama. Terutama pada anak-anak.

"Menurut petugas kesehatan, masih banyak orang tua yang menganggap batuk pada anak sebagai hal biasa dampak karena minum es atau batuk biasa. Akhirnya tidak dibawa periksa,” ucap Hj. Miskia.

Menurutnya, batuk yang tidak kunjung sembuh perlu segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Apalagi, batuk sudah berlangsung selama 3 hari. Situasi ini sangat rentan jika positif TB.

“Sekarang ini, batuk tiga hari saja sudah harus diperiksa, jangan sampai dibiarkan, karena kalau itu TB, penularannya cepat,” pesannya.

Lanjutnya, TB pada anak umumnya berawal dari penyakit lain seperti pneumonia. setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, diketahui anak tersebut positif TB. Dan pada 2025, Dinkes Nunukan mencatat sebanyak 2.816 orang terduga TB.

"Namun setelah dilakukan pemeriksaan, 545 orang dinyatakan positif TB dan masuk dalam data kasus. Karena, jika hasilnya positif, langsung masuk ke data kasus. Jadi angka 545 ini sudah termasuk 100 kasus TB anak,” rincinya.

Berdasarkan, analisa sebagian besar kasus TB pada anak disebabkan penularan dari orang tua atau anggota keluarga yang berada dalam satu atap. Penyebab lainnya, kondisi lingkungan tempat tinggal yang padat, ventilasi kurang, serta minim cahaya matahari.

“Rata-rata anak yang terkena TB karena ada penularan dari orang tua, apalagi kalau imunnya anak rendah, penularannya sangat cepat. Dan jika tinggal di lingkungan padat dengan ventilasi yang kurang, memang mempercepat penularan TB,” ungkapnya.

Karena kondisi ini, upaya pencegahan, juga dilanjutkan. Mulai dari pengobatan rutin bagi penderita TB serta edukasi kepada keluarga. "Orang tua juga kita edukasi agar memakai masker di rumah dan minum obat teratur. Keluarga lain harus menjaga imunitas, makan vitamin, pakai masker dan menghindari kontak langsung dengan penderita," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tbc #nunukan #turbekulosis #kesehatan