NUNUKAN - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen ) Prof Dr Atip Latipulhayat S H LL.M Ph D dan Direktur SMK Kemendikdasmen Dr Arie Wibowo Kurniawan S Si M Ak menyambangi Pulau Sebatik. Kunjungan kerja yang dilakukan untuk meresmikan revitalisasi satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Nunukan, Sabtu (17/1).
Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Melalui rehabilitasi, pembangunan dan penyediaan fasilitas yang memadai seperti kelas, toilet serta perpustakaan. Ini bertujuan agar lingkungan belajar menjadi aman, nyaman dan berkualitas untuk semua anak Indonesia.
Wamen Dikdasmen Arif Latipulhayat menyampaikan revitalisasi bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan lebih nyaman.
Menurutnya, yang paling penting adalah menjaga sarana dan prasarana yang sudah ada. "Disini saya tekankan bahwa pemeliharaan yang paling penting. Contohnya, WC, tahun ini dibangun, tahun depan isinya jin semua karena kotor, padahal kalau dibersihkan setiap hari InsyaAllah tidak akan kotor." pesannya.
Lanjutnya, pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan yang layak. Gedung yang kokoh dan fasilitas yang memadai adalah fondasi agar anak didik bisa fokus mengeksplorasi potensi mereka tanpa terganggu dengan hal kecil yang terbiarkan. "Khusus untuk tahun ini, tolong nanti datanya yang SD dan SMP yang benar benar prioritas yang perlu direvitalisasi, segera datanya," pesannya.
Sementara, Wabup Hermanus menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan Persis dan seluruh elemen pendidikan. "Kita ingin memastikan pendidikan di perbatasan semakin maju melalui penguatan karakter, peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi, serta pemanfaatan tehnologi secara bijak tanpa mengurangi ruh pendidikan." ungkapnya..
Menjadi harapan kepada Wamendikdasmen, Kabupaten Nunukan juga mendapat dukungan serta perhatian dalam penguatan pendidikan dasar dan menengah di wilayah perbatasan, pemerataan tenaga pendidikan, peningkatan mutu layanan, serta penguatan sarana dan prasarana.
"Karena menjaga perbatasan bukan hanya soal penjagaan wilayah. Tetapi juga memastikan anak-anak perbatasan tumbuh menjadi penjaga masa depan bangsa Indonesia," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT