Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Selama 2025 Ada Ratusan Ular Dievakuasi dari Permukiman Warga di Nunukan, Ular Jenis Ini Paling Banyak

Asrullah RT • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:35 WIB

 

EVAKUASI: Personel Disdamkarmat Nunukan usai melakukan mengamankan ular yang masuk ke pemukim warga.   
EVAKUASI: Personel Disdamkarmat Nunukan usai melakukan mengamankan ular yang masuk ke pemukim warga.  

NUNUKAN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan mencatat telah melakukan evakuasi ular sebanyak 280 kali sepanjang 2025. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan 2024 lalu sebanyak 190 evakuasi ular.

Plt. Kepala Disdamkarmat Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menyampaikan peningkatan kasus evakuasi ular dipengaruhi berbagai faktor lingkungan dan kondisi permukiman warga. Bahkan, jenis ular yang dievakuasi beragam.

“Selama 2025 terjadi peningkatan evakuasi ular. Berbagai jenis ular kami tangani. Mulai dari ular kobra, piton, cincin emas, ular hitam hingga ular daun,” ucap Wahyudi.

Dijelaskan, ular yang dievakuasi umumnya merupakan hewan melata yang keberadaannya mengganggu atau berpotensi membahayakan warga. Dan sebagian besar laporan yang diterima Disdamkarmat berkaitan dengan ular yang masuk ke area rumah warga.

“Secara umum ular yang dievakuasi damkar kebanyakan berada atau masuk ke dalam rumah. Kalau ular piton, biasanya memangsa ternak peliharaan seperti ayam,” jelasnya.

Menurutnya, masuknya ular ke dalam rumah dipicu beberapa faktor. Diantaranya, sedang mencari sumber makanan, tempat persembunyian, pengaruh musim hujan hingga kebutuhan berkembang biak. Sebab, ketika musim hujan, habitat alami ular menjadi lembab bahkan tergenang air, sehingga memaksa ular mencari tempat yang lebih kering.

“Ular biasanya berada di semak-semak, di dalam tanah, atau di sela-sela batu. Ketika musim hujan datang dan tempat tersebut menjadi basah, ular akan mencari tempat baru yang lebih aman, termasuk ke lingkungan permukiman,” terangnya.

Selain itu, ular dapat masuk ke rumah melalui berbagai celah, seperti pintu, jendela, dinding, bahkan atap rumah. Keberadaan hewan seperti tikus atau sumber makanan lainnya juga dapat mengundang ular masuk ke lingkungan rumah.

Sebagai langkah pencegahan, Wahyudi mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, memangkas rumput liar di sekitar rumah, menutup celah-celah bangunan, serta memastikan pintu rumah tertutup rapat terutama pada malam hari.

“Jika masyarakat masih menemukan ular di dalam rumah dan membutuhkan bantuan evakuasi, kami dari Disdamkarmat siap datang membantu,” pungkasnya.(akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#ular #nunukan #Disdamkarmat #evakuasi ular