Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perlu Penanganan Segera, Pemukiman di Bantaran Sungai Salan di Kecamatan Lumbis Ogong Terancam Longsor Susulan

Asrullah RT • Rabu, 14 Januari 2026 | 15:30 WIB
WASPADA: Lokasi longsor pertama di Desa Salan, Lumbis Ogong terjadi pada (7/1) dikhawatirkan meluas ke pemukim warga sekitar.
WASPADA: Lokasi longsor pertama di Desa Salan, Lumbis Ogong terjadi pada (7/1) dikhawatirkan meluas ke pemukim warga sekitar.

NUNUKAN - Masyarakat yang bermukim di Bantaran Sungai Salan, Desa Salan, Kecamatan Lumbis Ogong dibuat waspada. Bagaimana tidak, longsor susulan bisa saja terjadi pasca longsor terjadi pada Rabu (7/1) lalu yang menyebabkan dua rumah warga ambruk.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Donal menyampaikan pihaknya menerima laporan warga terkait longsor susulan yang mengancam permukiman disekitarnya. Itu terjadinpada Selasa (13/1) terjadi pergerakan tanah lanjutan yang mulai merembet ke bagian dapur rumah warga.

“Kejadi awal ada dua rumah warga sudah ambruk. Itu di bantaran sungai. Kembali, ada laporan lagi dari warga terjadi longsor susulan, bahkan sudah mengarah ke dapur rumah warga,” ucap Donal, Rabu (14/1).

Dijelaskan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan warga yang bermukim tak jauh dari lokasi longsor pertama terjadi. Sebab, di satu titik saja, terdapat sekitar 30 hingga 40 rumah warga yang masih berdiri. Dan berpotensi terdampak jika longsor terus meluas.

"Saya tanya langsung ke kepala desa, apakah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah turun ke lapangan. Jawabannya belum ada. Padahal, kalau sudah menyangkut rumah warga dan longsor, seharusnya BPBD langsung melihat kondisi di lapangan," jelasnya.

Ia menilai kehadiran BPBD Nunukan sangat penting untuk menentukan langkah teknis penanganan untuk mengantisipasi longsor susulan. Seperti, pemasangan turap, bronjong atau ada solusi lain untuk mengantisipasi longsor tidak terjadi.

"Karena kalau tidak segera ditangani, ini bisa makin meluas. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah dampaknya lebih besar," tegasnya.

Dan untuk memperkuat koordinasi, ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan mengakomodir operasional pos-pos BPBD di kecamatan. Sehingga penanganan berjalan cepat tanpa terkendala anggaran operasional.

"Kalau memang BPBD mengandalkan pos di kecamatan atau wilayah, maka harus dibekali operasional yang cukup. Supaya begitu ada kejadian, mereka bisa langsung turun, jadi tidak hanya menunggu laporan di kantor," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#Lumbis ogong #nunukan #longsor