Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari Wilayah Transmigrasi Kini Raih Status Desa Mandiri, Begini Perjalanan Desa Sanur di Kecamatan Tulin Onsoi

Asrullah RT • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:35 WIB

 

Kepala Desa Sanur Abdurrohim
Kepala Desa Sanur Abdurrohim

NUNUKAN - Keterbatasan tak membuat masyarakat di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi mengalah dengan keadaan. Buktinya, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), status Desa Sanur saat ini berada pada desa mandiri.

Perjalanan Desa Sanur untuk berada diposisi saat ini tidak mudah. Butuh puluhan tahun dari status daerah program transmigrasi. Bahkan, semula Desa Sanur merupakan kawasan hutan dan lahan terbuka yang dihuni para transmigran generasi pertama dengan segala keterbatasannya.

Transmigran berjuang mulai dari membuka lahan, membangun permukiman, serta menata kehidupan baru di tengah minimnya infrastruktur, akses ekonomi, dan sarana pelayanan publik. Kekuatan yang terus dirawat yakni semangat kebersamaan dan gotong royong.


Semangat itu juga berbuat manis, hasil perjuangan transmigrasi perlahan terlihat. Salah satu tonggak penting yakni pengelolaan lahan perkebunan plasma yang merupakan hasil pembagian tanah pada masa awal transmigrasi. Dari sektor perkebunan ini kemudian berkembang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Desa Sanur hingga saat ini.

Kepala Desa Sanur, Abdurrohim merupakan bagian dari masyarakat transmigran. Ia bercerita, nilai-nilai transmigrasi seperti kerja keras, ketekunan dan persatuan masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.

Baginya, nilai ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. “Ini momentum refleksi bahwa Desa Sanur yang dulunya kawasan hutan dan permukiman transmigrasi, kini terus berkembang menjadi desa yang maju dan berdaya saing,” ucap Abdurrohim.

Pada 10 Desember wilayah transmigrasi ini resmi menjadi desa. Desa Sanur terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik hingga penguatan ekonomi desa.

Untuk merawat semangat itu, Pemerintah Desa Sanur bersama pemuda Karang Taruna menghadirkan pesta rakyat yang diisi dengan 18 jenis kegiatan. Mulai dari event olahraga, penampilan seni dan budaya, hingga kegiatan komunitas.

"Kegiatan ini merupakan agenda rutin dua tahunan yang bertujuan mengenang perjalanan sejarah pembangunan Desa Sanur dalam bertransformasi menjadi desa mandiri dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Tulin Onsoi dan sekitarnya," bebernya.

Karena itu, ia kerap berpesan agar seluruh warganya untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan. "Ini merupakan modal utama dalam melanjutkan perjuangan menuju Desa Sanur yang semakin maju, mandiri dan sejahtera," pesannya.

Sementara, Ketua Pemuda Karang Taruna Desa Sanur, Adnan Kasogi mengungkapkan peran pemuda dalam menjaga semangat kebersamaan dan mendukung pembangunan desa. Seperti yang telah diselenggarakan yakni Pesta Rakyat, ia menginginkan pemuda menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga. Serta memberikan wadah bagi pemuda untuk berkreativitas dan berperan aktif dalam pembangunan desa.

“Sebagai Pemuda Karang Taruna, kami bangga dapat berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Desa Sanur ke-23 dan Hari Bhakti Transmigrasi ke-75.
Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mempertahankan nilai-nilai transmigrasi seperti kerja keras, ketekunan dan persatuan," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #desa mandiri #Tulin Onsoi #desa sanur