NUNUKAN – Longboat miliki petani rumput laut terbalik perairan Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, Senin (12/1) sore. Akibatnya, dua orang yang menjadi korban kecelakaan longboat yang terbalik saat memanen rumput laut dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Syahril menyampaikan pihaknya menerima informasi kejadian dari Pos SAR Nunukan yang sampaikan pihak keluarga korban sekitar pukul 20.50 WITA. Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap dua orang korban.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, kecelakaan kapal longboat terjadi sekitar pukul 17.10 WITA. Longboat tersebut ditumpangi tiga orang yang sedang dalam perjalanan pulang setelah memanen rumput laut,” ujar Syahril.
Lanjutnya, terdapat tiga penumpang dalam longboat tersebut. Satu orang atas nama Dayang (60) berhasil selamat. Sementara dua lainnya, yakni Amir (53) dan Pandi (30) dilaporkan hanyut terbawa arus laut dan hingga kini masih dalam pencarian.
“Korban selamat ditemukan dalam kondisi sadar. Sedangkan dua korban lainnya masih dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pos SAR Nunukan langsung menggelar briefing dan memberangkatkan tim menuju lokasi kejadian pada pukul 21.10 WITA. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar satu jam kemudian, mengingat jarak tempuh sekitar 8,37 mil laut dari Pos SAR Nunukan.
“Pada hari pertama operasi SAR, tim fokus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan unsur SAR dan masyarakat setempat,” tambahnya.
Untuk pelaksanaan operasi ini, Basarnas mengerahkan satu unit rescue car carrier, satu unit rescue buoyancy boat milik Pos SAR Nunukan, perlengkapan medis, serta alat komunikasi. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaan operasi.
“Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pembudidaya rumput laut, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut dan membantu menginformasikan ketika ada tanda-tanda keberadaan korban,” pungkasnya. (akz/jnr)