NUNUKAN - Distribusi kebutuhan sembilan pokok (sembako) untuk masyarakat di Kecamatan Krayan Selatan mulai terhambat. Akibatnya, stok sembako di wilayah penghasil beras Adan ini kian menipis.
Hal ini diungkapkan Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli, Senin (12/1). Terhambatnya, pasokan sembako diakibatkan kondisi jalan yang begitu memprihatinkan. Dimana, kendaraan sulit melintas lantaran kondisi jalan seperti kubangan.
"Kondisi jalan yang semakin parah dan sulit dilalui. Ini diakibatkan curah hujan cukup tinggi di wilayah Krayan Selatan," ucap Oktavianus Ramli, Senin (12/1).
Dijelaskan, stok sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa hari terakhir mulai menipis. Sebab, frekuensi masuk dan keluar mobil yang mengangkut sembako ke Kecamatan Krayan Selatan terus berkurang.
"Kalau untuk satu pekan ke depan masih aman (sembako). Karena, jika dipaksakan untuk masuk membawa sembako akan menyulitkan, karena kondisi jalan rusak parah," jelasnya.
Ia menegaskan, berdasarkan pantauan dilapangan terdapat sejumlah titik jalan yang sangat sulit untuk dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Baginya, kondisi ini seperti sakit yang dirasakan setiap tahun.
"Ada beberapa titik jalan sangat parah di wilayah Kecamatan Krayan Barat. Yang berani melintas kadang-kadang resiko nginap di hutan atau ditengah jalan. Istilahnya jalan ini penyakitnya kambuh lagi," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT