NUNUKAN - Upaya antisipasi kini dilakukan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Atap. Itu dilakukan menyusul tingginya risiko penyakit ditengah banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Sembakung.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Atap, Muhammad Syukur menyampaikan saat ini akses menuju gedung Puskesmas Atap terendam banjir dan tak dapat dilalui. Meskipun begitu, layanan medis dipastikan tetap berjalan, walaupun harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.
Langkah relokasi ini dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan. “Pelayanan tidak boleh berhenti. Terutama di tengah meningkatnya ancaman penyakit pascabanjir. Sehingga, kehadiran tenaga kesehatan sangat penting,” ucap Muhammad Syukur, Jumat (9/1).
Lanjutnya, selain membuka layanan darurat, Puskesmas Atap juga terlibat aktif dalam penguatan Posko Evakuasi warga. Dan tenaga kesehatan dikerahkan secara bergantian untuk standby 24 jam guna memastikan kondisi kesehatan pengungsi tetap terjaga.
Ia menegaskan, ditengah situasi banjir memaksa nakes bekerja ekstra. Sebab, selain memberikan pelayanan ke pasien, nakes juga harus memindahkan obat-obatan dan alat kesehatan dari gedung puskesmas menuju posko kesehatan darurat.
"Walaupun kami bekerja dalam keterbatasan, tetap pelayanan kami maksimalkan. Yang terpenting, obat dan alkes (alat kesehatan) harus diamankan dan layanan tetap berjalan,” ungkapnya.
Dan, saat ini pelayanan kesehatan ditempatkan di area yang lebih tinggi dan relatif aman dari genangan. Meski hanya menggunakan sekat atau partisi sederhana, petugas berupaya menciptakan ruang layanan yang layak dan nyaman bagi pasien.
Karena itu, ia mengimbau warga untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Dan segera melapor ke posko kesehatan jika mulai merasakan gejala penyakit, guna mencegah kondisi yang lebih serius.
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan warga terdampak banjir tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, tanpa harus mempertaruhkan keselamatan dengan menembus genangan air," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT