NUNUKAN - Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Sembakung yang merendam sejumlah desa kini perlahan terpantau surut. Berdasarkan, alat ukur yang terpasang di Sungai Sembakung penurunan TMA sebesar 15 centi meter dari ketinggian sebelumnya 4,15 meter.
Kasubid Evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin menyampaikan sejak pukul 13.30 WITA TMA Sungai Sembakung mengalami penurunan 15 cm. Sehingga, TMA saat berada di 4 meter dan masih merendam sejumlah fasilitas pendidikan.
"Alhamdulillah, sudah surut secara perlahan. Kondisi banjir Sembakung siang ini Pukul 13.30 WITA surut 15 cm," ucap Hasanuddin, Jumat (9/1).
Lanjutnya, saat ini personel BPBD, TNI, Polri, Relawan Tagana, Relawan Desa Tangguh Bencana dan masyarakat melakukan pembersihan di sejumlah fasilitas yang terdampak banjir. Seperti tempat ibadah dan gedung sekolah.
"Kami sudah mulai melakukan pembersihan fasilitas seperti masjid, sekolah dan lainnya. Walaupun, masih ada 2 sekolah yang belum bisa dibersihkan karena masih terendam banjir," ungkapnya.
Untuk diketahui, desa yang terdampak banjir di Kecamatan Sembakung yakni Desa Atap sebanyak 184 unit rumah, 272 kepala keluarga dengan 865 jiwa. Kemudian, Desa Tagul sebanyak 20 unit rumah terdampak rumah yang diisi 23 kepala keluarga terdiri 105 jiwa.
"Selanjutnya, Desa Lubakan sebanyak 6 unit rumah dengan 5 kepala keluarga dan 24 jiwa. Desa Tujung sebanyak 11 unit rumah, 19 kepala keluarga dan 69 jiwa. Desa Manuk Bungkul sebanyak 17 unit rumah dengan 16 kepala keluarga dan 42 jiwa," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT