NUNUKAN - Masyarakat Nunukan khususnya yang bermukim di Pulau Nunukan harus rebutan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Bagaimana tidak, untuk BBM terasa sulit, baik di APMS maupun toko kelontongan yang menjual BBM botolan.
Seperti yang dikeluhkan Aidil (23), sejak Jumat (9/1) pagi ia begitu kesulitan mendapatkan BBM. Bahkan, pedagang BBM botolan terlihat kosong mulai dari Kecamatan Nunukan Selatan hingga Kecamatan Nunukan.
"Tadi pagi mau isi BBM, toko yang biasanya jual itu kosong semua. Mulai dari Nunukan Selatan sampai kota tidak ada. Tadi ada yang jual tapi sudah banyak yang antre dan cuma sebentar langsung habis," ucap Aidil, Jumat (9/1).
Terkait kondisi ini, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Nunukan, Rohadiansyah menyampaikan kelangkaan BBM disebabkan keterlambatan distribusi dari kapal pengangkut BBM. Ia menegaskan, keterlambatan yang terjadi bukan diakibatkan stok BBM di depot kosong.
"Kondisi ini diakibatkan proses doking kapal serta pemeriksaan administrasi dan surat-surat kapal menjelang akhir tahun, kemarin," jelasnya.
Lanjutnya, saat ini terdapat tiga kapal pengangkut BBM yang belum dapat melakukan distribusi ke Kabupaten Nunukan. Sebab, satu kapal berada di wilayah Sebatik untuk menjalani pemeriksaan surat-surat kapal. Kemudian, dua kapal lainnya berada di Tarakan dalam proses pengisian BBM sekaligus menjalani perawatan dan perbaikan teknis selama doking.
"Saat ini satu kapal pengangkut BBM diharapkan sudah dapat berangkat dan tiba di Nunukan pada hari ini. Sementara itu, dua kapal lainnya dipastikan akan tiba di Nunukan pada Minggu (11/1). Dengan kedatangan seluruh kapal tersebut, distribusi BBM diharapkan kembali normal," ungkapnya.
Ia menegaska, Pemkab Nunukan bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses doking, pemeriksaan administrasi, serta pengiriman BBM ke Nunukan.
"Selain itu, dilakukan pemantauan distribusi di lapangan. Tujuannya, untuk mencegah penimbunan dan memastikan BBM yang tersedia dapat disalurkan secara merata ke masyarakat," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT