NUNUKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatatkan sebanyak 85 kejadian bencana alam dan non alam terjadi pada 2025. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan 2024 lalu sebanyak 77 kejadian bencana.
Kasubid Evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Hasanuddin menyampaikan berdasarkan data selama Januari hingga Desember 2025 total sebanyak 85 bencana terjadi. Terdiri dari kebakaran pemukiman 26 kejadian, banjir dan kejadian yang membahaya manusia sebanyak 17 kejadian.
"Kebakaran hutan dan lahan 11 kejadian, tanah longsor 8 kejadian, banjir rob 4 kejadian, angin kencang 2 kejadian. Sementara untuk kekeringan dan abrasi tidak ada kejadian," ucap Hasanuddin, Selasa (6/1).
Dijelaskan, dampak dari bencana alam dan non alam yang terjadi sebanyak 88 unit rumah mengalami kerusakan. Mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat. Kemudian, luas hutan dan lahan yang terbakar seluas 24,5 hektare. Dan 2.272 init rumah terendam banjir.
"Fasilitas umum seperti sekolah sebanyak 21 unit, rumah ibadah 6 unit, jembatan 5 unit, jalan 9! titik, fasilitas kesehatan 5 unit, perkantoran 7 unit dan bangunan lainnya 8 unit. Lahan pertanian yang terendam banjir sebanyak 84 petak," rincinya.
Lanjutnya, Kabupaten Nunukan memiliki 21 kecamatan dengan 232 desa dan 8 kelurahan. Berdasarkan data, kejadian bencana terbanyak terjadi di Kecamatan Nunukan sebanyak 16 kejadian, Nunukan Selatan 8 kejadian yang keseluruhannya karhutla, Sebatik Timur 7 kejadian dan 5 diantaranya kebakaran pemukiman.
"Kecamatan Sebuku 6 kejadian, 4 diantaranya kebakaran pemukiman, Seimanggaris, Lumbis, Krayan masing-masing 4 kejadian. Krayan Selatan 3 kejadian banjir, Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, Sembakung Atulai, Sembakung Sebatik Barat masing-masing 2 kejadian," sebutnya.
Atas kejadian bencana ini, dari 227.467 jiwa masyarakat Nunukan, sebanyak 3.455 kepala keluarga dan 8.892 jiwa menjadi korban. Dan 8.839 jiwa terdampak. "1 orang dinyatakan hilang, 22 orang terluka, 10 orang mengungsi dan 20 meninggal dunia," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT