NUNUKAN - Pembudidaya rumput laut kembali dihadapan dengan kondisi sulit. Bagaimana tidak, harga jual rumput laut yang merupakan komoditi unggulan Kabupaten Nunukan kembali turun.
Situasi itu disampaikan Pembudidaya Rumput Laut asal Kampung Mamolo, Nunukan Selatan, Kamaruddin. Ia menceritakan harga rumput laut sebelumnya Rp 17 ribu rupiah perkilogram. Namun, saat ini harga jual berada diangka Rp 12 ribu rupiah. Dijelaskan, turunnya harga rumput laut secara perlahan sebelum memasuki pergantian tahun. Dan kondisi ini diakibatkan sejumlah faktor.
"Totalnya sampai hari ini sudah Rp 5 ribu rupiah. Awal Desember masih Rp 17 ribu rupiah. Kemudian, memasuki tahun baru kemarin, mulai turun lagi. Jadi banyak petani belum sempat jual, harga langsung turun lagi,” ucap Kamaruddin, kemarin.
Diungkapkan, susutnya harga rumput laut diakibatkan sejumlah faktor. Pertama, sejumlah gudang yang menampung hasil budidaya rumput laut pada momentum Natal dan Tahun Baru tutup sementara. Kedua, berdasarkan hasil rapat pemilik pabrik hasil produksi stok melimpah sehingga menumpuk di gudang.
"Ketiga, harga juga dipengaruhi kualitas rumput laut di Nunukan. Padahal jumlah produksi begitu besar," singkatnya.
Karena kondisi ini, petani mengalami kerugian. Sebab, hasil penjualan rumput laut hanya untuk menutupi biaya operasional. Baginya, harga ideal agar petani bisa bertahan adalah Rp 15 ribu per kilogram untuk kadar umum.
"Kalau harga Rp 15 ribu rupiah itu sudah stabil. Karena kemarin Rp 17 ribu rupiah juga sudah bagus," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT