Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Adrian Soetrisno menyampaikan arus keluar masuk WNA sepanjang 2025 menunjukkan jumlah yang tinggi. Dimana, kedatangan masih dominan dibandingkan keberangkatan melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.
Berdasarkan data perlintasan pada 2024, WNA yang berangkat melalui Pelabuhan Tunon Taka sebanyak 12.627 orang. Sementara kedatangan sebanyak 13.012 orang. Jumlah tersebut tak jauh berbeda dengan 2025. Tercatat hingga November sebanyak 12.466 WNA yang berangkat dan sebanyak 12.734 WNA yang datang ke wilayah Indonesia melalui Nunukan.
"Mobilitas WNA di jalur perbatasan Nunukan masih berlangsung konsisten dan terkendali. Meskipun tahun 2025 belum ditutup secara penuh. Dan sesuai data 2024 dan 2025 hingga November, perlintasan WNA masih berada pada angka yang hampir sama. Kondisi menunjukkan aktivitas lintas negara di Nunukan tidak mengalami penurunan signifikan,” ucap Adrian Soetrisno, Jumat (2/1).
Dijelaskan, jumlah kedatangan masih mendominasi dari keberangkatan melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Karena itu, ia menegaskan peran Pelabuhan Tunon Taka sebagai gerbang masuk utama bagi warga asing, khususnya dari Malaysia.
Kedatangan WNA yang melintas dengan berbagai kepentingan. Seperti, melakukan kunjungan, aktivitas kerja lintas batas hingga transit sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah lain di Indonesia.
“Kami memastikan seluruh WNA yang masuk dan keluar melalui jalur resmi telah melalui pemeriksaan sesuai ketentuan keimigrasian,” pesannya.
Ia menegaskan, pengawasan keimigrasian yang konsisten dan berlapis dilakukan. Ini bertujuan untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus memastikan kelancaran mobilitas orang secara legal.
"Tentunya perlintasan WNA ini secara tidak langsung memberi dampak positif terhadap perekonomian. Seperti, pada sektor jasa, transportasi dan aktivitas perdagangan," pungkasnya. (akz/lim)
Editor : Azward Halim