NUNUKAN - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan mencatatkan pelintas melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka, Nunukan sepanjang 2025 mencapai puluhan ribu. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) saja yang bepergian ke negeri Jiran melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan-Tawau, Malaysia sebanyak 67.649 orang.
Kepala Kantor Imigrasi Nunukan, Adrian Soetrisno menyampaikan berdasarkan data keimigrasian hingga November 2025, sebanyak 67.649 WNI berangkat ke Malaysia. Kemudian, sebanyak 64.795 WNI kembali atau datang ke Indonesia melalui PLBN Tunon Taka, Nunukan.
“Mobilitas WNI di Tunon Taka sepanjang 2025 masih cukup tinggi. Namun tetap dalam kondisi terkendali. Ini menunjukkan bahwa jalur resmi perbatasan masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan lintas negara,” ujar Adrian Soetrisno, Minggu (28/12).
Dijelaskan, perlintasan WNI tersebut didominasi masyarakat perbatasan yang memiliki aktivitas ekonomi lintas negara, pekerja di wilayah Malaysia, pedagang tradisional hingga kunjungan keluarga yang sudah menjadi tradisi di wilayah perbatasan.
"Selain itu, ada faktor libur panjang dan musim liburan juga turut mendorong meningkatnya pergerakan WNI. Karena, selain untuk bekerja dan berdagang, cukup banyak juga masyarakat yang memanfaatkan perlintasan ini untuk kunjungan keluarga dan liburan,” ungkapnya.
Lanjutnya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren perlintasan melalui Tunon Taka masih berada pada level tinggi. Hanya saja, terjadi penurunan tahun ini. Sebab, pada 2024, tercatat 76.892 WNI berangkat dan 69.942 WNI datang melalui jalur yang sama.
Ia menegaskan, penggunaan dokumen perjalanan resmi menjadi catatan penting dalam pengelolaan perlintasan di perbatasan. Hal ini menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban administrasi keimigrasian.
“Penggunaan paspor dan PLB yang dominan menunjukkan kesadaran masyarakat semakin baik. Kami terus mendorong warga perbatasan untuk memanfaatkan jalur resmi dan melengkapi dokumen perjalanan,” pesannya.
Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan keimigrasian, pengawasan lintas batas, serta edukasi kepada masyarakat perbatasan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan perlintasan yang aman, tertib dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.
"Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan hingga saat ini tetap memegang peranan sebagai pintu keluar-masuk jalur Nunukan-Tawau untuk masyarakat khususnya wilayah perbatasan Nunukan,” pungkasnya. (akz/lim)
Editor : Azward Halim