Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli menyampaikan mesin tersebut telah berada di lokasi tiba sekira pukul 20.00 WITA, Sabtu (20/12). Mesin tersebut tiba di Bandara Long Bawan, Krayan kemudian melalui jalur darat menuju Krayan Selatan.
"Jaraknya dari Krayan ke Krayan Selatan sekira 41 kilometer. Jika kondisi jalan bagus waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Namun, mobil sempat tertahan dan harus ditarik. Sehingga waktu perjalanan 4 jam," ucap Oktavianus Ramli, Ahad (21/12).
Dijelaskan, berdasarkan keterangan teknisi proses perakitan mesin setidaknya memakan waktu hingga dia hari lamanya. Sebab, proses pemasangan dilakukan secara manual.
"Karena saat diangkut menggunakan pesawat kemudian menggunakan mobil, adal alat mesin dipisah. Karena beratnya mencapai 1 ton. Dan pengerjaan dilakukan secara manual saat diturunkan," bebernya.
Ia mengakui, mesin tersebut akan melayani warga Krayan Selatan selama 12 jam lamanya. Mulai pukul 6 sore hingga pukul 6 pagi. Baginya, dengan pelayanan PLN ini tentunya sangat membantu masyarakat. Apalagi, dalam dekat ini perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
"Sempat jadi pembahasan apakah bisa24 jam pelayanan. Ada beberapa pertimbangan. Kebutuhan BBM (bahan bakar minyak) hingga kondisi jalan untuk mobilisasi BBM," jelasnya.
Sebelumnya, Manager PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian mengungkapkan proses pengiriman mesin ini dimulai dari Kota Balikpapan melalui jalur darat menuju Tarakan. Kemudian, dari Tarakan, PLN harus berkoordinasi dengan TNI AU untuk mengangkut mesin tersebut ke Krayan karena keterbatasan akses darat.
"Mesinnya cukup besar, sehingga tidak bisa langsung dimasukkan ke pesawat TNI AU. Kami bongkar sebagian komponennya dan rakit kembali setelah tiba di Bandara Krayan," pungkasnya. (akz/lim)