NUNUKAN - Kebakaran menghanguskan lima unit rumah kayu di Jalan Poros Provinsi Simpang Tiga, Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, pada Senin (15/12) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.55 Wita dan diduga dipicu percikan api saat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Nunukan, Wahyudin Kawariyin mengatakan, laporan kebakaran diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran Sektor Sebuku pada pukul 09.00 Wita. Laporan disampaikan oleh seorang warga bernama Amera melalui sambungan telepon kepada Komandan Regu (Danton) Eman.
“Begitu laporan diterima, personel langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan waktu tempuh kurang lebih 18 menit,” ujar Wahyudin ketika dikonfirmasi.
Dirinya menjelaskan, petugas pemadam dari Sektor Sebuku tiba di lokasi dan segera melakukan upaya pemadaman yang dilanjutkan dengan proses pendinginan. Proses tersebut berlangsung sejak pukul 09.20 Wita hingga 11.45 Wita, dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Sektor Tulin Onsoi.
“Pemadaman dilakukan oleh personel Sektor Sebuku dan dibantu Sektor Tulin Onsoi dengan total dua unit mobil pemadam kebakaran,” tambahnya.
Berdasarkan data Disdamkartan Nunukan, kebakaran tersebut mengakibatkan lima unit rumah kayu milik warga terbakar. Rumah-rumah tersebut masing-masing milik Hamsir, Dewi, Uttang, Suggeng, dan Hendi. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Wahyudin mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas pengisian BBM menggunakan mesin dinamo listrik. “Dugaan sementara, kebakaran bermula saat salah satu pekerja melakukan penyedotan BBM jenis bensin Pertalite dari drum plastik ke jeriken menggunakan mesin dinamo listrik. BBM merembes ke mesin dan menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar bensin,” terangnya.
Api dengan cepat membesar dan tidak dapat dikendalikan, sehingga membakar rumah milik Bapak Hamsir dan merembet ke rumah kayu warga lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Terkait kerugian materiil, Wahyudin menyebutkan hingga saat ini masih dalam tahap pendataan. Namun, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan cukup besar. “Untuk nilai kerugian materiil masih kami data, namun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya. (raw/lim)
Editor : Azward Halim