Koordinator Perlindungan BP3MI Kaltara, Asriansyah menyampaikan berdasarkan keterangan awal dari tiga PMI masuk ke Malaysia atas petunjuk seseorang. Dan komunikasi antara yang memberi petunjuk kepada tiga PMI tidak secara langsung. "Tentunya BP3MI Kaltara mengapresiasi atas langkah yang dilakukan satgas pamtas. Tiga orang diserahkan ke BP3MI karena datang dari Malaysia secara ilegal," ucap Asriansyah.
Dijelaskan, usai proses serah terima, langkah yang dilakukan pihaknya yakni pendalaman tega tiga orang PMI tersebut. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui proses pengiriman PMI ini masuk ke Malaysia secara ilegal. "Nanti Kita dalami dulu ke PMI yang bersangkutan. Kita minta keterangan pendalaman. Karena yang membawa mereka belum diketahui," jelasnya.
Ia menegaskan, langkah tegas akan dilakukan terhadap pelaku yang membawa PMI ke Malaysia secara ilegal. Nantinya, jika pelaku terungkap pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran Polres Nunukan. "Jika pelaku WNI kita serahkan ke penyidik Polres Nunukan. Sementara, jika WNA ia akan melaporkan ke Kepala BP3MI Kaltara untuk langkah selanjutnya," tegasnya.
Sebelumnya, Dansatgas Pamtas RI-Mlys Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana melalui Pasiter Satgas Pamtas RI-MLY Yonkav 13/Satya Lembuswana, Kapten Kav Yurika Anggoro Putra mengungkapkan penindakan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya Satgas Pamtas Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana dalam menjaga kedaulatan wilayah. Seperti, mencegah perdagangan manusia, penyelundupan barang terlarang.
Tiga PMI yang diamankan yakni JO, MA dan DA. Dan hasil interogasi tiga orang tersebut melintas dari Malaysia ke Indonesia melalui jalan tikus di Kilo 7 dengan berjalan kaki selama 4 jam. Kemudian, pengakuan ketiganya kembali ke tanah air karena sudah bekerja selama dua bulan namun tidak mendapatkan upah. Sehingga, ketiganya memilih kabur dari tempat kerjanya di perkebunan kelapa sawit.
"Kejadian ini masyarakat diharapkan dapat tereduksi dan tidak ingin bekerja secara ilegal. Mereka masuk ke Malaysia juga secara ilegal melalui Mansalong. Mereka dipandu dari seseorang. Dan informasi perekrutan tenaga kerja yang mereka peroleh itu dari mulut ke mulut," tutupnya. (akz/lim)
Editor : Azward Halim