Itu dipastikan Manager PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian. Dirinya menjelaskan, tantangan utama kini berada pada tahap akhir pemindahan mesin dari Long Bawan (Krayan Induk) menuju Long Layu (Krayan Selatan).
Rendra menerangkan, proses pengiriman mesin ini dimulai dari Balikpapan melalui jalur darat menuju Tarakan. Dari Tarakan, PLN harus berkoordinasi dengan TNI AU untuk mengangkut mesin tersebut ke Krayan karena keterbatasan akses darat di wilayah perbatasan tersebut.
“Mesinnya cukup besar, sehingga tidak bisa langsung dimasukkan ke pesawat TNI AU. Kami bongkar sebagian komponennya dan rakit kembali setelah tiba di Bandara Krayan,” jelasnya, (12/12).
Selain itu, pengiriman udara juga harus menyesuaikan jadwal penerbangan TNI AU, sehingga prosesnya tidak dapat dilakukan secara cepat.
Saat ini, mesin PLTD memang sudah berada di Long Bawan. Namun, medan menuju Long Layu menjadi kendala berikutnya. Kondisi jalan yang berlumpur dan tidak stabil menyebabkan proses pemindahan tertunda. “Kami harus menunggu badan jalan mengering. Mesin ini beratnya satu ton, kalau dipaksakan berisiko terguling dan justru menimbulkan kerusakan,” kata Rendra.
PLN pun telah menyiapkan mobil Hilux gardan ganda untuk proses penggeseran, namun tetap menunggu kondisi jalan aman.
Menurut Rendra, kehadiran mesin cadangan ini diharapkan mampu mengatasi gangguan yang selama ini sering terjadi pada saat beban puncak, khususnya pukul 19.00-20.00 Wita. “Keluhan sering masuk pada jam-jam tersebut. Dengan mesin tambahan ini, beban akan terbagi dan pelayanan bisa lebih stabil,” ungkapnya.
PLN berharap cuaca di Krayan segera membaik sehingga proses pemindahan dapat diselesaikan dalam waktu dekat. “Begitu jalan memungkinkan, kami langsung geser mesin ke Long Layu. Kami ingin masyarakat segera merasakan perbaikan layanan,” beber Rendra. (raw/lim)
Editor : Azward Halim