Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ini sudah berlangsung sejak awal pekan.
“Listrik padam terus, sehari bisa tiga kali seperti minum obat, kami yang bekerja dari rumah jadi terhambat. Peralatan elektronik sering restart, begitu terus sampai rusak,” keluh Rina, warga Sedadap, Rabu (10/12).
Rina pun berharap PLN memberikan penjelasan dan penanganan yang cepat agar masyarakat tidak terus dirugikan.
Keluhan serupa juga datang dari pelaku usaha rumahan bernama Wahyu. Penjual bahan makanan dingin dingin tersebut harus siap dagangannya rusak karena listrik yang hidup mati, membuat makanannya menjadi rusak. “Itu mesin freezer saya mati hidup terus, kalau begini terus, bahan makanan bisa rusak, ada apa ini PLN,” keluh Wahyu juga warga Nunukan Selatan.
Menanggapi keresahan masyarakat, Manager PLN ULP Nunukan, Rendra Alfian menjelaskan, gangguan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh cuaca ekstrem yang merusak sejumlah titik jaringan serta mempengaruhi pembangkit PLTMG Sebaung. “Ya, sejak gangguan terjadi pada Senin (08/11) pukul 14.30 Wita, PLN langsung menerjunkan lebih dari 50 personel gabungan untuk bergerak cepat melakukan penanganan di seluruh titik terdampak,” jelas Rendra ketika dikonfirmasi, Rabu (10/12).
Rendra memastikan, PLN telah melakukan pemeliharaan emergency untuk melokalisir sumber gangguan, menstabilkan beban pembangkit, dan menormalkan sistem secara bertahap. Pemeriksaan menyeluruh di jaringan dan pembangkit juga dilakukan untuk memastikan gangguan tidak berulang.
Sebagai langkah pencegahan, PLN melaksanakan pemeliharaan tambahan hari ini Rabu (09/12) agar seluruh peralatan bekerja optimal. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. PLN berkomitmen meningkatkan keandalan sistem dan mempercepat pemulihan layanan listrik di Nunukan,” beber Rendra. (raw/lim)