Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

DPRD Juga Minta Program MBG Lebih Merata

Riko Aditya • Minggu, 7 Desember 2025 - 14:43 WIB
FOTO NARSUM Anggota DPRD Nunukan, M. Mansur
FOTO NARSUM Anggota DPRD Nunukan, M. Mansur

NUNUKAN - Upaya meningkatkan kualitas pelayanan makanan bergizi bagi pelajar kembali mendapat dorongan kuat setelah SPPG Bukit Arung Sejahtera setelah menggelar pembekalan relawan, Jumat (5/12).

Itu disebut menjadi langkah awal lembaga tersebut untuk membangun standar kerja relawan yang lebih professional.

Pembekalan tak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga forum untuk memastikan para relawan memahami standar keamanan pangan, tata cara distribusi, serta etika layanan di lapangan.

Anggota DPRD Nunukan, Mansur mengungkapkan, pelatihan memang sangat penting bagi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam memastikan anak-anak kita menerima makanan yang sehat dan aman,” kata Mansur usai melihat langsung pelatihan.

Mansur menilai peningkatan kapasitas relawan menjadi kunci keberhasilan program MBG, mengingat mereka adalah pihak pertama yang berinteraksi langsung dengan sekolah dan siswa.

Semakin baik pemahaman relawan terhadap standar kebersihan, distribusi, hingga manajemen dapur, maka semakin minim potensi kelalaian.

“Standar tata cara sangat penting, dan saya melihat Bukit Arung Sejahtera menerapkannya dengan ketat. Ini baik untuk perlindungan anak-anak kita,” ungkapnya.

Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap kualitas sajian MBG, Mansur menilai pembekalan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan internal. Dirinya pun menyarankan agar evaluasi dilakukan secara berkala.

“Monitoring harus terus dilakukan, dua atau tiga bulan sekali sudah cukup, agar kejadian-kejadian yang pernah terjadi tidak terulang,” tegasnya.

Di sisi lain, Mansur memaparkan adanya keluhan dari sejumlah guru dan orang tua yang belum menerima manfaat program MBG.

Ia menilai ketimpangan ini harus segera ditangani. Terdapat sebagian sekolah, seperti di wilayah Binusan, masih ada yang bertanya kenapa belum tersentuh MBG. Ini menunjukkan kebutuhan di lapangan sangat lah tinggi.

Mansur menegaskan pentingnya pemerataan agar program tidak menimbulkan kecemburuan atau ketidakadilan antar sekolah.

Salah satu aspek yang diapresiasi Mansur adalah transparansi kegiatan, pembekalan dibuka bagi berbagai unsur masyarakat, termasuk pengawas, perwakilan pemerintah, hingga tokoh masyarakat. Cara kerja demikianpun harusnya dicontoh pelaku usaha lain.

“Bekerja dengan hati itu penting, kita ingin makanan bergizi benar-benar bermanfaat untuk anak-anak,” harap Mansur. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #konsumsi kental manis #program mbg #dprd