Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Inflasi YoY Nunukan November 2025 Capai 1,94 Persen, Desember Jadi Penentu Akhir Tahun

Asrullah RT • Kamis, 4 Desember 2025 | 17:48 WIB
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,94 persen pada November 2025.

Angka ini, yang menunjukkan kenaikan dibanding November 2024, berbanding terbalik dengan kondisi bulanan di mana Nunukan justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,13 persen (month-to-month/m-to-m).

Sementara itu, inflasi kumulatif sejak awal tahun hingga November (year-to-date/y-to-d) menunjukkan angka 1,5 persen, menjadikan Desember sebagai bulan krusial penentu capaian inflasi akhir tahun.

Menanggapi dinamika ini, Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, SST, S.E., S.H., M.M., menekankan pentingnya kewaspadaan di bulan terakhir.

"Memasuki Desember, kami akan intensifkan pemantauan untuk memastikan data yang kami sajikan menjadi dasar yang kuat bagi pengambilan kebijakan. Stabilitas harga di bulan terakhir ini, terutama menjelang libur, akan sangat menentukan angka inflasi sepanjang tahun 2025," ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan peran sentral data statistik dalam rangka mengendalikan inflasi, di mana informasi yang akurat dan tepat waktu dari lapangan menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah untuk melakukan koordinasi dan intervensi jika diperlukan, guna menjaga daya beli masyarakat.

Secara rinci, inflasi tahunan (y-on-y) November 2025 terutama didorong oleh kenaikan harga yang signifikan di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 7,94 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,27 persen.

Kenaikan harga emas perhiasan dan ikan bandeng menjadi beberapa komoditas utama pendorong angka tersebut.

Di sisi lain, deflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,13 persen dipengaruhi oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan, dengan cabai rawit, tomat, dan beras sebagai penyumbang utama.

Dengan posisi inflasi kumulatif (y-to-d) sebesar 1,5 persen hingga November, prospek inflasi akhir tahun 2025 kini bergantung sepenuhnya pada pergerakan harga di Desember.

"Kondisi pasokan dan permintaan selama periode Natal dan Tahun Baru akan menjadi faktor penentu, yang data resminya akan dirilis BPS pada awal Januari mendatang sebagai penutup rangkaian ekonomi Kabupaten Nunukan sepanjang tahun 2025," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#inflasi yoy #kaltara #nunukan