NUNUKAN - Berbagai persoalan yang selama ini dirasakan warga Nunukan Selatan kembali mencuat dalam pertemuan reses yang digelar pada Selasa (2/12) sore kemarin.
Pertemuan itu dihadiri warga dari sejumlah RT dan menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan keluhan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu masalah yang paling sering disampaikan adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak dan minim perbaikan.
Banyak warga mengeluhkan jalan yang berlubang dan becek saat hujan, mengganggu aktivitas sehari-hari serta mobilitas anak sekolah maupun pekerja.
Selain itu, persoalan drainase menjadi perhatian serius karena parit yang mengalami penyempitan atau tersumbat menyebabkan banjir di beberapa kawasan permukiman.
Warga juga menyoroti keterbatasan akses layanan pendidikan dan kesehatan. Beberapa warga menyebutkan masih ada fasilitas pendidikan yang kurang memadai serta pelayanan kesehatan yang belum merata di wilayah mereka.
Kelompok pemuda yang hadir pun menyuarakan perlunya pelatihan keterampilan yang dapat membuka lapangan usaha baru, mengingat peluang pekerjaan formal di wilayah tersebut masih terbatas.
Selain infrastruktur, persoalan administrasi kependudukan juga menjadi masalah yang berdampak langsung pada layanan sosial.
Sekretaris Camat Nunukan Selatan, Tasran, menjelaskan bahwa masih banyak penduduk pendatang yang belum memperbarui domisili mereka.
Masalah ini membuat sebagian warga kesulitan mengakses layanan BPJS Kesehatan maupun bantuan sosial pemerintah.
“Usulan warga Nunukan Selatan saat ini tercatat lebih dari 400 poin, sebagian besar terkait perbaikan badan jalan serta penanganan parit yang menyebabkan genangan dan banjir di lingkungan warga,” ujar Tasran.
Dirinya pun berharap pendataan bisa lebih tertib agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ketua DPRD Nunukan, Hj. Leppa, meminta setiap RT menyusun usulan secara tertulis agar dapat diteruskan ke instansi teknis terkait.
Dia menegaskan bahwa pemetaan masalah berdasarkan kondisi nyata di lapangan penting untuk memastikan penanganan tepat sasaran dan tidak hanya sekadar laporan administratif.
Dalam waktu dekat, dirinya juga memastikan akan meninjau langsung sejumlah lokasi yang dikeluhkan warga, termasuk kawasan RT 12 di Nunukan Selatan.
"Nanti kita tinjau langsung, kita lihat langsung kondisi infrastruktur dan lingkungan. Hasilnya itu akan menjadi bahan dalam pembahasan Musrenbang serta pokir DPRD, supaya usulan masyarakat mendapat prioritas," tambah Hj. Leppa. (raw)
Editor : Azwar Halim