Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dinilai Abaikan Standar Keamanan, Kepala BPPD Soroti Motoris Speedboat Rute Nunukan–Sei Ular

Asrullah RT • Minggu, 30 November 2025 | 15:56 WIB
PELAYARAN : Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang saat berada di dermaga Sei Ular, Seimanggaris, FOTO:ASRULLAH
PELAYARAN : Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang saat berada di dermaga Sei Ular, Seimanggaris, FOTO:ASRULLAH

NUNUKAN - Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Robby Nahak Serang menyoroti motoris speedboat yang mengabaikan keselamatan berlayar. Itu diungkapkan usai melakukan perjalanan Nunukan–Sei Ular.

Kondisi ini membuatnya memberikan teguran keras kepada motoris usai mengetahui armada tersebut beroperasi tanpa menyiapkan pelampung keselamatan dan manifest penumpang.

“Kondisi ini memperlihatkan contoh nyata ketidakpatuhan pelaku pelayaran. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Pelampung tidak ada, manifest penumpang tidak disiapkan. Sangat berisiko jika terjadi sesuatu di tengah perjalanan,” ucap Robby Nahak Serang, Minggu (30/11).

Dijelaskan, kondisi ini bukan persoalan yang baru terjadi. Sebab, persoalan serupa terus berulang meskipun pemerintah daerah telah berkali-kali mengingatkan. Kelalaian penyedia jasa pelayaran tidak hanya mencerminkan rendahnya tanggung jawab operator, tetapi juga lemahnya pengawasan di lapangan.

“Ini persoalan serius! Kalau standar pelayaran saja tidak bisa dipenuhi, bagaimana kita bisa menjamin keselamatan masyarakat Nunukan yang setiap hari beraktivitas di perairan?," tanyanya.

Terkait temuan ini, ia meminta instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap motoris yang abai terhadap aturan keselamatan. Dan BPPD Nunukan akan menyampaikan laporan resmi kepada Bupati Nunukan agar pengawasan pelayaran dapat diperketat.

Baginya, langkah tegas penting dilakukan. Mengingat jalur-jalur pelayanan seperti Nunukan–Sei Ular tidak memiliki sistem pengawasan seketat pelabuhan besar. Sehingga, risiko kecelakaan laut lebih tinggi.

“Karena kami tidak ingin kejadian kecelakaan laut yang menelan banyak korban terulang. Tanggung jawab keselamatan tidak boleh dinegosiasi,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha transportasi air masih menyepelekan dan tanggung jawab terhadap standar keselamatan. Sementara aparatur pengawasan belum menjalankan tugasnya secara optimal.

"Kultur keselamatan di Nunukan perlu diperbaiki secara menyeluruh. Baik pelaku usaha maupun pengawas pelayaran tampaknya masih abai. Kita butuh respons cepat untuk memperbaiki kondisi ini,” pesannya.

Ia mengakui, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri berulang kali memberikan instruksi agar sektor keselamatan pelayaran diperketat. Ini bertujuan untuk melindungi masyarakat yang menggunakan transportasi laut dan sungai.

“Pak Bupati sudah memberikan imbauan, bahkan telah menginstruksikan agar keselamatan pelayaran menjadi prioritas. Jangan tunggu ada korban lagi baru bergerak,” pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #bppd