Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Ekonomi di Perbatasan, Pemkab Nunukan Kolaborasi dengan UGM

Asrullah RT • Minggu, 23 November 2025 | 18:47 WIB
KOLABORASI : Kerjasama antara Pemkab Nunukan melalui Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang bersama guru besar UGM Prof. Mudrajat Kuncoro dan pakar Vokasi UGM Dr. Wiryanta
KOLABORASI : Kerjasama antara Pemkab Nunukan melalui Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang bersama guru besar UGM Prof. Mudrajat Kuncoro dan pakar Vokasi UGM Dr. Wiryanta

NUNUKAN - Upaya percepatan pembangunan ekonomi di perbatasan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Dan untuk merealisasikan hal itu, Pemkab Nunukan berkolaborasi dengan Universitas Gajah Madah (UGM).

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Robby Nahak Serang, menyampaikan percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan menjadi fokus utama di kepemimpinan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus.

Menurutnya, wilayah perbatasan tidak lagi cukup dipandang sebagai zona pertahanan dan keamanan. Namun, harus berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menyejahterakan masyarakat.

“Kawasan perbatasan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Tetapi selama ini belum tergarap optimal. Karena itu, Bupati Nunukan, H Irwan Sabri, mengarahkan agar pembangunan difokuskan pada wilayah yang masih mengalami kesenjangan ekonomi dan keterbatasan infrastruktur,” ucap Robby Nahak Serang, Sabtu (23/11).

Lanjutnya, laju pertumbuhan ekonomi Nunukan terus meningkat. Namun, kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat perbatasan belum berjalan signifikan. Utamanya pada desa-desa di daerah terluar yang memiliki karakter geografis dan sosial ekonomi berbeda satu sama lain.

“Dan untuk menciptakan pemerataan ekonomi, OPD harus benar-benar memahami potensi wilayah serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dengan begitu, setiap program bisa tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat,” harapnya.

Dijelaskan, strategi pembangunan yang dicanangkan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri berorientasi pada prosperity approach atau pendekatan kemakmuran. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan potensi lokal, peningkatan produktivitas, serta penciptaan aktivitas ekonomi baru.

Untuk itu, BPPD Nunukan menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk merumuskan konsep pengembangan ekonomi perbatasan yang terukur dan berkelanjutan. Kerjasama ini mencakup penyusunan master plan potensi kawasan perbatasan hingga penerapan program Industrialiasi Perdesaan Berbasis Kluster.

“Industrialiasi perdesaan berbasis kluster diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa-desa perbatasan. Pengembangan kluster berbasis komoditas unggulan lokal yang bisa menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” bebernya.

Melalui kerjasama Pemkab Nunukan dengan UGM yang melibatkan guru besar seperti Prof. Mudrajat Kuncoro dan pakar Vokasi Dr. Wiryanta merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap rencana aksi pembangunan sesuai kebutuhan wilayah dan berbasis data.

Pihaknya optimis bahwa arah pembangunan ini akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru (new economic hub) di wilayah perbatasan. Sekaligus memperkuat posisi Nunukan sebagai beranda terdepan Indonesia.

“Adanya perencanaan yang matang dan dukungan akademik dari UGM, kami optimis percepatan pembangunan ekonomi di desa-desa perbatasan akan lebih terarah serta memberikan dampak nyata untuk masyarakat,” pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#perbatasan #kaltara #nunukan #ekonomi