Kadisdik Nunukan Ahkmad menyampaikan Disdik Nunukan menjalin kerjasama strategis dengan program Inovasi yang didukung berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan.
Ini dilakukan karena kondisi Nunukan sebagai wilayah perbatasan terdiri dari pulau-pulau, pedalaman serta daerah terpencil hingga yang sulit dijangkau.
Kondisi ini merupakan tantangan besar dalam pemerataan layanan pendidikan. Berbagai kendala masih membayangi satuan pendidikan di pedalaman Nunukan.
"Seperti keterbatasan tenaga pendidik, minimnya fasilitas belajar, rendahnya akses pelatihan guru, serta tantangan sosial-ekonomi yang memengaruhi partisipasi belajar anak," ucap Akhmad.
Dijelaskan, sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, Pemkab Nunukan melalui Disdik Nunukan dan Bappeda dan Litbang Nunukan melakukan penyusunan rencana aksi pengelolaan pendidikan di wilayah pedalaman dan perbatasan.
"Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi pendidikan secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, serta komite sekolah yang mewakili orang tua," jelasnya.
Penyusunan ini berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari dari diskusi kebijakan, Focus Group Discussion (FGD), serta penyusunan laporan akhir sebagai dasar perencanaan ke depan.
Dan yang terlibat mulai Pengurus PGRI Nunukan, pemerintah desa wilayah pedalaman dan perbatasan, perwakilan orang tua yang juga merupakan Komite Sekolah dari berbagai SD mitra, tokoh agama, tokoh adat dari wilayah pedalaman dan perbatasan.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada INOVASI yang telah mendampingi kami dalam waktu yang tidak sebentar. Kami yakin, dengan pendampingan ini, Kabupaten Nunukan tidak akan tertinggal,” pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim