NUNUKAN - Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau kembali menyambangi anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengenyam pendidikan di Community Learning Centre (CLC). Kali ini Consulate Goes to CLC berlangsung di CLC Bombalai dan CLC Merotai.
Ini disambut antusias para siswa-siswi yang ada di dua CLC. Sebab, pertemuan ini menjadi sarana mempererat hubungan dengan komunitas pendidikan di wilayah kerja. Sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan karakter positif bagi generasi muda Indonesia di Sabah.
Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin menyampaikan sejumlah kegiatan dilakukan sebelum memberikan arahan kepada siswa-siswi. Seperti, upacara pembentangan bendera Merah Putih. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Ini merupakan wujud cinta tanah air dan kebanggaan sebagai pelajar Indonesia di luar negeri. Baginya, pengetahuan mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia disampaikan ke siswa-siswi sangat penting ditengah pembangunan dan kemajuan bangsa di era saat ini.
"Melalui penyampaian tersebut, para siswa diajak untuk mengenal perjalanan panjang perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan semangat untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa depan," ucap Dino Nurwahyudin, kemarin.
Sementara itu, Ketua Antar Waktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat RI Tawau, Gain N. Nurwahyudin memberikan edukasi terkait Bullying. Mulai dari penjelasan jenis-jenis bullying, ciri-ciri perilaku bullying, serta cara mengatasi dan mencegah bullying di lingkungan sekolah.
"Materi ini bertujuan meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, saling menghargai dan bebas dari kekerasan," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim