KRAYAN - Upaya penerapan BBM Satu Harga terus berprogres dari tahun ke tahun. Salah satunya di wilayah Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan utara. Setidaknya dalam dua tahun terakhir, harga sesuai ketentuan sudah bisa dinikmati warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Camat Krayan, Ronny Firdaus. Dia mengungkapkan bahwa sekitar 5 tahun lalu, BBM seperti pertalite sangat sulit didapat. Kalaupun ada, harganya bisa mencapai lima kali lipat bahkan lebih.
“Dulu itu bensin (pertalite, Red) harga Rp 50.000 seliter itu biasa. Bahkan kalau susah didapat bisa Rp 100.000,” kata Ronny. Kenaikan dengan kelipatan serupa, disebutnya juga terjadi pada BBM jenis solar subsidi.
BACA JUGA: Harga Pertalite di Krayan Sama Dengan di Kota, Warga Tak Lagi Bergantung BBM Malaysia
Tingginya harga BBM di Krayan, disebutnya karena kebutuhan yang tinggi. Warga tak hanya memakai BBM untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Tapi juga keperluan lain, seperti sumber listrik hingga alat pertanian.
“Di sini listrik juga masih jauh dari aman. Banyak warga harus pakai genset. kadang juga bensin atau solar itu dipakai untuk kebutuhan mesin giling, traktor, atau truk untuk angkat hasil kebun,” terangnya.
Dia bersyukur, saat ini kondisi langka dan mahalnya BBM tak lagi terjadi di wilayahnya. Apalagi Kecamatan Krayan, disebutnya memiliki kebutuhan paling tinggi, dibandingkan kecamatan lain di wilayah sekitar yang juga sulit diakses.
“Apalagi kan di induk ini paling banyak penduduknya, sekitar 4.000. Jadi kebutuhannya tinggi. Sekarang syukurnya sudah normal. Pertalite itu ya Rp 10.000, sama dengan di kota seperti Tarakan,” jelas Ronny.
Harga dan pasokan yang sudah terjangkau itu, juga menghapus ketergantungan dari pasokan BBM yang dibawa pengecer dari Malaysia. Diketahui, BBM dari Malaysia biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 25.000 per liter.