NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan klaim menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lokasi, terutama di wilayah Sebatik Utara dan Sebatik Timur.
Keputusan ini diambil setelah munculnya beberapa temuan terkait kelayakan dapur, sanitasi, serta ketiadaan tenaga ahli gizi di yayasan pelaksana program.
Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Hj. Miskia, menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan untuk memastikan yayasan pelaksana mengikuti rekomendasi perbaikan yang telah diberikan.
“Sejumlah temuan menunjukkan fasilitas dapur tidak memenuhi standar, termasuk sistem pembuangan air dan sanitasi yang dinilai tidak aman dan perlu segera dibenahi,” ujar Miskia ketika diwawancarai.
Beberapa yayasan pelaksana MBG di wilayah Sebatik Utara dan Sebatik Timur menjadi yang paling terdampak. Dua dari tiga kecamatan di Sebatik Timur disebut belum memenuhi persyaratan dasar, terutama terkait ketersediaan tenaga ahli gizi.
Kondisi ini diperparah dengan adanya insiden keracunan yang sebelumnya terjadi di kawasan Sebatik, sehingga pengawasan diperketat.
Menurut Miskia, penghentian dilakukan karena yayasan-yayasan tersebut belum memenuhi izin operasional maupun persyaratan teknis penyelenggaraan layanan gizi. Beberapa yayasan bahkan berencana mengganti struktur pengelola, sehingga seluruh perizinan harus diperbarui.
“Program kami setopkan sementara karena ada rekomendasi yang harus dipenuhi, terutama di bagian dapur dan sanitasi. Selain itu, ada lokasi yang tidak memiliki ahli gizi,” ujarnya.
Wilayah dengan penghentian terbanyak berada di Sebatik Utara dan Sebatik Timur. Dua kecamatan disebut masih belum layak untuk melanjutkan layanan MBG sebelum perbaikan dilakukan.
Miskia menjelaskan, program pun dapat kembali berjalan setelah yayasan melengkapi izin, memperbaiki dapur, memastikan sanitasi memenuhi syarat, serta menghadirkan tenaga ahli gizi sesuai ketentuan.
Disisi lain, Miskia memastikan, beberapa lokasi yang mematuhi rekomendasi pun, tentu berpeluang segera mendapatkan izin lanjutan.
Setelah perbaikan dilakukan, Dinas Kesehatan akan menurunkan tim verifikasi untuk memastikan seluruh persyaratan dipenuhi. Jika memenuhi standar, layanan MBG dapat kembali berjalan seperti semula.
“Ya, jika sudah memenuhi standar, jelas tujuannya agar makanan yang diberikan aman, bergizi, dan tidak membahayakan anak-anak,” tegas Miskia. (raw)
Editor : Azwar Halim